Bola / Bola Dunia
Senin, 29 Juni 2026 | 12:55 WIB
Hajime Moriyasu, pelatih Timnas Jepang akui skuad Garuda berkembang pesat. (Instagram/1hajimem)
Baca 10 detik
  • Takefusa Kubo resmi absen membela Jepang melawan Brasil karena cedera yang belum pulih.

  • Pelatih Hajime Moriyasu optimistis Jepang mampu mencetak sejarah baru dengan menumbangkan Brasil.

  • Moriyasu akan menentukan langsung urutan penendang penalti untuk menghindari kegagalan masa lalu.

Suara.com - Timnas Jepang dipastikan kehilangan playmaker andalan Takefusa Kubo dalam laga krusial babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Brasil. Kendati kehilangan pilar penting, pelatih Hajime Moriyasu tetap percaya diri anak asuhnya mampu menciptakan kejutan besar.

Ketiadaan bintang Real Sociedad tersebut terbukti tidak menghentikan langkah Samurai Biru untuk melaju sejauh ini. Moriyasu sangat yakin armada bertenaga miliknya dapat membalikkan semua prediksi miring pengamat sepak bola.

Apalagi, skuad Jepang membawa misi besar untuk mencetak tonggak sejarah baru dalam partisipasi mereka di kompetisi global. Keteguhan mental para pemain menjadi modal utama untuk meruntuhkan dominasi tim Samba.

Bek Timnas Jepang, Tsuyoshi Watanabe. (Dok. JFA)

Kubo terpaksa menepi sejak laga pembuka penyisihan grup dan harus menjalani program pemulihan mandiri secara intensif. Pemain berbakat tersebut bahkan melewatkan beberapa pertandingan penting sebelumnya karena kondisi fisik yang belum bugar.

Dalam sesi latihan terbaru yang sempat terbuka bagi media, Kubo masih terlihat berlatih terpisah di pinggir lapangan. Sang gelandang tampak belum nyaman saat dipaksa melahap sejumlah menu latihan kelincahan dari tim medis.

Kondisi kebugaran Kubo yang belum prima akhirnya membuat tim pelatih mengambil keputusan tegas demi keselamatan sang pemain. Hajime Moriyasu secara resmi mengonfirmasi bahwa sang kreator serangan absen menghadapi raksasa Amerika Selatan.

"Dia masih hanya melakukan latihan dan lari terpisah, jadi dia tidak akan bermain dalam pertandingan melawan Brasil," kata Moriyasu.

"Kami sangat berharap dia cepat pulih, dan dia juga mengharapkannya."

Moriyasu menyadari tantangan kali ini jauh lebih berat karena tensi tinggi fase gugur yang sangat menguras energi. Namun, memori kemenangan mengejutkan 9 bulan lalu membakar motivasi bertarung pasukannya.

Baca Juga: Dua Dekade Berlalu, Timnas Jepang Kini Lebih dari Siap Revans Brasil di Piala Dunia 2026

Status non-unggulan sama sekali tidak mengecilkan nyali para penggawa Jepang untuk tampil habis-habisan di atas lapangan. Mereka justru merasa tertantang membuktikan kemampuan di hadapan publik dunia yang memandang sebelah mata.

"Di dunia, Brasil berada di peringkat teratas sementara Jepang tidak berada di peringkat setinggi itu -- begitulah adanya," ujar Moriyasu saat menjawab pertanyaan media.

"Kami bertujuan untuk memenangkan Piala Dunia tetapi kami belum pernah berada di level itu sebelumnya. Tentu saja, beberapa orang melihat kami dan merasa kami telah melakukannya dengan baik."

"Ketika kita melihat masa depan, tentu setiap kesempatan baru memberikan [kemungkinan] untuk percaya bahwa kita bisa menang. Namun kita sangat percaya bahwa kita memiliki peluang itu. Itulah yang kita perjuangkan."

"Brasil selalu menjadi tim unggulan. Mereka memiliki peluang yang sangat bagus untuk menang. Beberapa orang akan mengatakan Jepang adalah underdog. Kami akan bermain dengan mengingat hal itu."

"Kami akan menghormati lawan tetapi seperti tahun lalu [kemenangan di laga persahabatan] kami tidak diberi peluang untuk menang. Kemungkinan untuk menang ini -- kami bisa mengubah sejarah."

Load More