- Timnas Maroko akan menghadapi Belanda pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di kota Monterrey.
- Banyak pemain kunci Maroko lahir dan berkembang di Belanda, menciptakan tensi serta kedekatan kultur sepak bola.
- Pelatih Belanda, Ronald Koeman, mewaspadai kualitas permainan Maroko meski Belanda menunjukkan performa solid sepanjang fase grup.
Suara.com - Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Timnas Maroko dan Belanda di Monterrey diprediksi akan menyajikan drama yang lebih dari sekadar perebutan tiket ke babak berikutnya.
Melansir laporan Reuters, kedua tim memiliki kedekatan yang sangat kuat karena banyak pemain inti Maroko lahir dan besar di Belanda.
Kehadiran tiga pemain kelahiran Belanda di skuad Singa Atlas, termasuk mesin gol Ismael Saibari yang kini membela PSV Eindhoven, menjadi bumbu tersendiri yang menambah tensi pertandingan.
Maroko juga banyak menyerap ilmu dan kultur sepak bola Belanda selama satu dekade terakhir hingga mampu membangun tim yang menembus semifinal Piala Dunia edisi sebelumnya.
Kini, tim asuhan Walid Regragui kembali menunjukkan kualitasnya setelah finis sebagai runner-up Grup C di bawah Brasil hanya karena kalah selisih gol.
Ronald Koeman Enggan Anggap Belanda Favorit
Performa Maroko yang mengandalkan pressing intens dan organisasi permainan yang solid membuat status Belanda sebagai unggulan mulai dipertanyakan.
Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, mengaku sangat mewaspadai kualitas individu maupun kolektivitas permainan calon lawannya.
"Saya tidak yakin apakah kami adalah favorit dalam pertandingan melawan Maroko, ini adalah tim yang bagus dengan banyak kualitas dan mereka dapat mencetak gol dengan mudah," ujar Ronald Koeman dikutip dari Reuters.
Baca Juga: Belanda vs Maroko: Ronald Koeman Janji Oranje Tetap Tampil Ofensif
Belanda sendiri sedang berada dalam tren positif setelah sempat mengawali turnamen dengan hasil imbang melawan Jepang.
Oranje kemudian bangkit lewat kemenangan telak 5-0 atas Swedia sebelum menutup fase grup dengan kemenangan 3-0 atas Tunisia.
Ronald Koeman mengaku beruntung memiliki skuad yang solid dan memiliki semangat kebersamaan yang tinggi.
"Ada pemain yang suka menguasai bola, saya punya sekelompok pemain yang bekerja sangat baik bersama dan memiliki semangat tim yang hebat," tambah Ronald Koeman.
Menariknya, Koeman memiliki kenangan tersendiri melawan Maroko. Ia merupakan kapten Belanda saat mengalahkan negara Afrika tersebut pada Piala Dunia 1994 di Orlando.
Kini situasinya jauh berbeda. Maroko memiliki basis pendukung yang sangat besar di Belanda, dengan populasi diaspora diperkirakan mencapai 430.000 orang.
Berita Terkait
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Jika FIFA Bertindak Tegas, Kuota AFC di Piala Dunia Bisa Berkurang Gegara Tim-Tim Arab!
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil
-
Belanda vs Maroko: Ronald Koeman Janji Oranje Tetap Tampil Ofensif