- Timnas Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026 di Gillette Stadium setelah kalah adu penalti melawan Paraguay.
- Sistem permainan asuhan Julian Nagelsmann tidak padu dan menyebabkan ketidakseimbangan taktis serta alur bola yang kurang efektif.
- Pemilihan posisi pemain yang tidak tepat serta kurangnya visi permainan memperburuk performa Jerman selama turnamen berlangsung.
Suara.com - Timnas Jerman harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026 secara tragis setelah ditumbangkan Paraguay lewat adu penalti pada babak 32 besar.
Pertandingan yang digelar di Gillette Stadium itu berakhir imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu sebelum skuad Die Nationalelf menyerah 3-4 dalam adu penalti.
Kegagalan ini memicu gelombang kritik terhadap Julian Nagelsmann yang dinilai belum mampu membenahi persoalan mendasar tim nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Melansir analisis dari Bavarian Football Works, terdapat tiga masalah fundamental yang menjadi penyebab tersingkirnya Jerman di Amerika Utara.
1. Sistem Permainan yang Tidak Padu
Sistem permainan yang diterapkan Nagelsmann dinilai menciptakan ketidakseimbangan sehingga aliran bola tidak berjalan mulus.
"Banyak bagian yang bergerak tidak terpasang dengan benar, mereka saling bergesekan saat bersentuhan," tulis analisis dari Bavarian Football Works.
Penempatan Joshua Kimmich yang terlalu sering bergerak ke tengah justru meninggalkan ruang kosong di sisi kanan pertahanan sekaligus membatasi ruang gerak Leroy Sane.
Akibatnya, Sane kerap terisolasi tanpa dukungan bek sayap, sementara duet Aleksandar Pavlovic dan Felix Nmecha justru sering bertumpuk di area tengah yang terlalu padat.
Baca Juga: Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial
Ketidakseimbangan tersebut membuat permainan Jerman terlihat kurang efektif meski mampu mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan.
2. Kesalahan Pemilihan dan Penempatan Pemain
Keputusan Nagelsmann dalam memilih pemain serta menentukan posisi mereka di lapangan juga menjadi sorotan.
Florian Wirtz, yang berposisi natural sebagai gelandang serang, justru lebih sering dimainkan di sisi kiri.
Di sisi lain, absennya pemain dengan karakter cepat dari bangku cadangan membuat Jerman kesulitan membongkar pertahanan rapat Paraguay.
Pencoretan nama-nama potensial seperti Tom Bischof serta minimnya keberanian memberi kesempatan kepada Jonas Urbig juga dinilai mempersempit opsi taktik saat tim mengalami kebuntuan.
Berita Terkait
-
5 Fakta Menarik Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Ogah Mundur usai Jerman Dipermalukan Paraguay di Piala Dunia 2026
-
Saudara Kandung Bela Beda Negara, Kisah Unik Bintang Piala Dunia 2026
-
Jepang Ikut Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Wakil Asia 'Kehilangan Muka'?
-
Takluk dari Brazil, Jepang Gagal Pertahankan Marwah Sepakbola Asia!
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?