- Teknik penalti jeda langkah mengalami penurunan efektivitas pada Piala Dunia 2026 dengan tingkat keberhasilan di bawah lima puluh persen.
- Profesor Geir Jordet menyebut penjaga gawang kini lebih mampu mengantisipasi pola eksekusi tersebut melalui analisis dan gerakan tipuan.
- Persaingan kiper dan penendang terus berkembang sehingga pemain perlu memadukan berbagai teknik agar tetap sulit diprediksi lawan.
Suara.com - Teknik ancang-ancang penalti dengan jeda langkah (stutter) yang selama ini dikenal mampu meningkatkan peluang mencetak gol mulai dipertanyakan efektivitasnya setelah sejumlah eksekutor gagal memaksimalkan peluang pada Piala Dunia 2026.
Berdasarkan data yang dianalisis profesor psikologi sepak bola, Geir Jordet, teknik stutter mampu meningkatkan tingkat keberhasilan penalti hingga sekitar 10 persen dibandingkan ancang-ancang konvensional dalam lima musim Liga Premier Inggris. Namun, tren tersebut belum terlihat di Piala Dunia 2026.
Dari 11 penalti yang dieksekusi menggunakan teknik stutter sepanjang turnamen, enam di antaranya gagal berbuah gol.
Tingkat keberhasilan tersebut berada di bawah 50 persen, belum termasuk penalti Harry Kane yang harus diulang saat menghadapi Kroasia.
Jordet menilai perubahan tersebut tidak terlepas dari meningkatnya kemampuan para penjaga gawang dalam membaca pola eksekusi penalti.
"Sebagian besar eksekutor penalti kelas dunia menggunakan teknik stutter. Hingga beberapa waktu lalu, para kiper kesulitan menghadapinya. Kini mereka mulai menemukan cara untuk mengantisipasinya," kata Jordet kepada Sky Sports, Rabu (1/7/2026).
Menurut Jordet, banyak analis selama ini terlalu berfokus pada arah tendangan, padahal penalti dengan teknik stutter memiliki karakter yang berbeda dibandingkan tendangan dengan ancang-ancang biasa.
Perdebatan mengenai efektivitas teknik tersebut kembali mencuat setelah Jerman dan Belanda tersingkir melalui adu penalti. Sejumlah eksekutor dari kedua tim menggunakan teknik stutter, tetapi gagal menjalankan tugasnya.
Salah satu contoh paling menonjol adalah penampilan kiper Maroko, Bono, saat menghadapi Belanda. Bono dikenal sebagai spesialis adu penalti dengan catatan menggagalkan delapan dari 12 penalti terakhir yang dihadapinya.
Baca Juga: Gema "Cielito Lindo" di Mexico City! Ribuan Fans Padati Estadio Azteca, Jelang Meksiko vs Ekuador
Alih-alih terpancing bergerak lebih awal, Bono justru menggunakan gerakan tipuan untuk mengganggu konsentrasi penendang. Strategi tersebut terbukti efektif saat menggagalkan penalti Justin Kluivert dan memberikan tekanan kepada Crysencio Summerville.
"Dia mampu memengaruhi pikiran eksekutor penalti dan menanamkan keraguan terhadap teknik yang mereka gunakan. Itu merupakan kemampuan luar biasa bagi seorang kiper," ujar Jordet.
Jordet mengungkapkan, Bono telah memperlihatkan kemampuan serupa saat menggagalkan penalti Erling Haaland pada 2021.
Meski penalti saat itu harus diulang karena posisi kakinya sedikit melewati garis gawang, Haaland kemudian mengubah pendekatan dalam mengeksekusi penalti.
Bono juga pernah mematahkan penalti Ivan Toney dalam ajang Saudi King's Cup. Setelah kegagalan tersebut, penyerang Inggris itu disebut turut mengubah gaya eksekusi penaltinya.
Menurut Jordet, persaingan antara penendang dan penjaga gawang terus berkembang seiring meningkatnya analisis data dan penyebaran informasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub
-
Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus
-
Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
-
Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe
-
Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim
-
3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel
-
Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut
-
6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI