- Teknik penalti jeda langkah mengalami penurunan efektivitas pada Piala Dunia 2026 dengan tingkat keberhasilan di bawah lima puluh persen.
- Profesor Geir Jordet menyebut penjaga gawang kini lebih mampu mengantisipasi pola eksekusi tersebut melalui analisis dan gerakan tipuan.
- Persaingan kiper dan penendang terus berkembang sehingga pemain perlu memadukan berbagai teknik agar tetap sulit diprediksi lawan.
"Ini seperti perlombaan senjata. Siapa yang mampu beradaptasi lebih cepat akan memiliki keuntungan. Sejak awal Piala Dunia ini, saya melihat para kiper selangkah lebih unggul," katanya.
Meski demikian, Jordet menilai teknik stutter belum akan ditinggalkan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penalti tetap bergantung pada kemampuan penendang menjaga unsur kejutan.
"Yang terpenting adalah menjadi pemain yang sulit diprediksi sehingga kiper tidak mengetahui apa yang akan dilakukan selanjutnya," ujarnya.
Jordet menilai sejumlah pemain, seperti Mikel Oyarzabal dan Kylian Mbappe, mampu memadukan berbagai teknik eksekusi penalti sehingga sulit dibaca lawan.
Ia memperkirakan inovasi dalam teknik penalti masih akan terus berkembang sepanjang Piala Dunia 2026 seiring cepatnya penyebaran informasi dan adaptasi para pemain maupun penjaga gawang.
"Perkembangan taktik berlangsung sangat cepat. Saya yakin kita masih akan melihat perubahan selama turnamen ini berlangsung. Itulah salah satu hal yang membuat Piala Dunia selalu menarik," kata Jordet.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
-
Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum
-
Piala Dunia 2026 Patahkan Logika Statistik: Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
-
Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda
-
Haaland Kembali Jadi Pahlawan meski Norwegia Minim Peluang, Pelatih: Dia Finisher Terbaik di Dunia
-
Swedia Digilas Tiga Gol, Gary Neville Sebut Timnas Perancis Berada di Level yang Berbeda
-
Kylian Mbappe Soal Prancis Jumpa Paraguay di 16 Besar: Itu Nanti, Fokus Saya Mencari AC Sekarang!
-
Statistik Mengagumkan Bikin AS Monaco Yakin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona
-
Erling Haaland Buyarkan Mimpi Pantai Gading, Emerse Fae: Detail Kecil Jadi Pembeda di Piala Dunia
-
Gema "Cielito Lindo" di Mexico City! Ribuan Fans Padati Estadio Azteca, Jelang Meksiko vs Ekuador