- Wasit memberikan kartu merah kepada Folarin Balogun dalam laga Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat melawan Bosnia-Herzegovina.
- Keputusan kartu merah tersebut memicu kritik karena dianggap tidak konsisten dibandingkan dengan pelanggaran serupa yang dilakukan Lionel Messi.
- Sanksi tersebut mengakibatkan Folarin Balogun absen pada laga penting melawan Belgia dan memengaruhi peluang Amerika Serikat melaju selanjutnya.
Suara.com - Gelaran Piala Dunia 2026 kembali diwarnai kontroversi yang menyeret nama FIFA.
Insiden terbaru terjadi saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia & Herzegovina 2-0 di babak kedua, namun keputusan wasit justru memicu perdebatan panas.
Sorotan tertuju pada kartu merah yang diterima penyerang AS, Folarin Balogun, usai intervensi VAR.
Keputusan itu dinilai janggal karena pelanggaran serupa yang dilakukan Lionel Messi di laga sebelumnya tidak mendapat sanksi serupa.
Media Inggris, The Telegraph, bahkan menyoroti adanya perlakuan berbeda.
“Memang ada aturan khusus untuk Lionel Messi, dan aturan lain untuk pemain lain di turnamen ini,” tulis laporan tersebut.
Kritik keras juga datang dari jurnalis James Ducker yang mempertanyakan konsistensi penggunaan VAR.
Ia menilai keputusan terhadap Balogun tidak sejalan dengan insiden yang melibatkan Messi sebelumnya.
“Bagaimana kita bisa membandingkan dua insiden ini? Sentuhan tanpa niat yang sama, tapi hasilnya berbeda jauh,” ujarnya dikutip dari Soccernews.
Baca Juga: Virgil Van Dijk Batal Gantung Sepatu? Sosok Arne Slot Jadi Kunci
Ducker menyebut kepemimpinan wasit di turnamen ini “sangat inkonsisten” dan implementasi VAR masih jauh dari ideal.
Dampak keputusan tersebut cukup besar bagi Amerika Serikat.
Balogun dipastikan absen pada laga penting melawan Belgia, yang berpotensi memengaruhi peluang mereka melaju lebih jauh.
“Ini mendekati korupsi,” tegas Ducker.
Ducker bahkan mempertanyakan apakah ada upaya untuk mengarahkan trofi kembali ke tangan Argentina dan Messi.
Berita Terkait
-
Virgil Van Dijk Batal Gantung Sepatu? Sosok Arne Slot Jadi Kunci
-
Out of the Box! Sarina Wiegman Didorong Jadi Pelatih Belanda Gantikan Ronald Koeman
-
Kritik Pedas Toni Kroos: Skuad Jerman Kosong Kualitas, Tak Punya Pembeda di Piala Dunia
-
Tim Favorit Justru Paling Tertekan di Piala Dunia 2026, Benarkah?
-
Di Balik Ban Kapten, Ada Sisi Psikologi yang Menentukan Nasib Sebuah Tim
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Invasi Suporter Argentina di Miami! Tiket Selangit dan Ancaman Keamanan Bayangi Laga 32 Besar
-
Mikel Oyarzabal Jadi Pembeda! Spanyol Ungguli Austria 1-0 di Babak 32 Besar
-
Oliver Kahn Murka! Tuding Jerman di Piala Dunia 2026 Dihuni Pemain Mental Tempe
-
Momen Langka! Lionel Messi Tertawa Ngakak saat Diperiksa Petugas Bandara
-
Sisi Lain Bomber Norwegia Antonio Nusa, Ternyata Penulis Buku Best Seller
-
Psywar Jelang Portugal vs Kroasia, Cristiano Ronaldo Disebut Impoten
-
Virgil Van Dijk Batal Gantung Sepatu? Sosok Arne Slot Jadi Kunci
-
Out of the Box! Sarina Wiegman Didorong Jadi Pelatih Belanda Gantikan Ronald Koeman
-
Kritik Pedas Toni Kroos: Skuad Jerman Kosong Kualitas, Tak Punya Pembeda di Piala Dunia
-
Siapa Danilo Santacruz Gonzalez? Eks Timnas Paraguay Rekrutan Asing Pertama Madura United