Bola / Bola Dunia
Jum'at, 03 Juli 2026 | 06:05 WIB
Timnas Argentina saat jadi juara Piala Dunia 2022 [Dok FIFA]
Baca 10 detik
  • Wasit memberikan kartu merah kepada Folarin Balogun dalam laga Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat melawan Bosnia-Herzegovina.
  • Keputusan kartu merah tersebut memicu kritik karena dianggap tidak konsisten dibandingkan dengan pelanggaran serupa yang dilakukan Lionel Messi.
  • Sanksi tersebut mengakibatkan Folarin Balogun absen pada laga penting melawan Belgia dan memengaruhi peluang Amerika Serikat melaju selanjutnya.

Suara.com - Gelaran Piala Dunia 2026 kembali diwarnai kontroversi yang menyeret nama FIFA.

Insiden terbaru terjadi saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia & Herzegovina 2-0 di babak kedua, namun keputusan wasit justru memicu perdebatan panas.

Sorotan tertuju pada kartu merah yang diterima penyerang AS, Folarin Balogun, usai intervensi VAR.

Keputusan itu dinilai janggal karena pelanggaran serupa yang dilakukan Lionel Messi di laga sebelumnya tidak mendapat sanksi serupa.

Media Inggris, The Telegraph, bahkan menyoroti adanya perlakuan berbeda.

“Memang ada aturan khusus untuk Lionel Messi, dan aturan lain untuk pemain lain di turnamen ini,” tulis laporan tersebut.

Lionel Messi "La Pulga" [Instagram/leomessi]

Kritik keras juga datang dari jurnalis James Ducker yang mempertanyakan konsistensi penggunaan VAR.

Ia menilai keputusan terhadap Balogun tidak sejalan dengan insiden yang melibatkan Messi sebelumnya.

“Bagaimana kita bisa membandingkan dua insiden ini? Sentuhan tanpa niat yang sama, tapi hasilnya berbeda jauh,” ujarnya dikutip dari Soccernews.

Baca Juga: Virgil Van Dijk Batal Gantung Sepatu? Sosok Arne Slot Jadi Kunci

Ducker menyebut kepemimpinan wasit di turnamen ini “sangat inkonsisten” dan implementasi VAR masih jauh dari ideal.

Dampak keputusan tersebut cukup besar bagi Amerika Serikat.

Balogun dipastikan absen pada laga penting melawan Belgia, yang berpotensi memengaruhi peluang mereka melaju lebih jauh.

“Ini mendekati korupsi,” tegas Ducker.

Ducker bahkan mempertanyakan apakah ada upaya untuk mengarahkan trofi kembali ke tangan Argentina dan Messi.

Load More