Bola / Bola Dunia
Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:18 WIB
Kapten Timnas Aljazair, Riyad Mahrez menyiratkan pensiun dari tim nasional. [Instagram/@lesverts.faf]
Baca 10 detik
  • Riyad Mahrez memutuskan pensiun dari tim nasional Aljazair usai kekalahan 0-2 melawan Swiss di Piala Dunia 2026.
  • Aljazair tersingkir dari babak 32 besar di Vancouver setelah kebobolan gol dari Breel Embolo dan Dan Ndoye.
  • Kekalahan tersebut mengakhiri karier internasional Mahrez yang telah menjadi pilar penting bagi tim nasional Aljazair selama sedekade.

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dair bintang Timnas Aljazair, Riyad Mahrez.

Mantan winger Manchester City itu menyiratkan pensiun dan menyebut laga melawan Swiss pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi laga terakhirnya bersama timnas.

Seperti diketahui, wakil Afrika itu tersingkir setelah kalah 0-2 di BC Place, Vancouver, Jumat (3/7/2026) pagi WIB.

"Target kami adalah lolos dan saya pikir ini pertandingan yang bisa kami menangkan. Namun kami kebobolan dua kali karena kesalahan dan pada level seperti ini, Anda tidak bisa lolos dari itu,” kata Mahrez melansir laman FIFA.

Mahrez menyebut Aljazair sebenarnya masih mampu bersaing dalam pertandingan tersebut.

Belanda harus takluk 0-1 dari Aljazair dalam uji coba di Stadion De Kuip, Rotterdam, Belanda, Kamis (4/6/2026) WIB. Gol kemenangan tim tamu dicetak Anis Hadj Moussa sekaligus menjadi hasil yang mengejutkan. [X @LesVerts]

Namun, dua kesalahan yang berujung gol Swiss membuat tim asuhan Vladimir Petkovic gagal menjaga peluang untuk melangkah lebih jauh.

Pemain berusia 35 tahun itu tetap melihat ada sisi positif dari perjalanan Aljazair di Piala Dunia 2026, terutama keberhasilan mereka menembus fase gugur.

Meski begitu, Mahrez mengakui catatan kebobolan menjadi persoalan yang membuat Aljazair sulit bersaing hingga babak lebih jauh.

“Selalu ada hal positif yang bisa diambil dari pertandingan. Kami berhasil keluar dari fase grup, tetapi kami kebobolan terlalu banyak gol untuk bercita-cita lebih. Ini pertandingan terakhir saya bersama Aljazair,” ujar Mahrez.

Baca Juga: Pasrah dengan Gaya, Ini Ucapan Pelatih Tanjung Verde Jelang Hadapi Argentina

Pernyataan tersebut menandai akhir perjalanan panjang Mahrez bersama tim nasional Aljazair. Ia menjadi salah satu figur penting dalam generasi emas Aljazair, termasuk ketika membawa negaranya menjuarai Piala Afrika 2019.

Mahrez juga menjadi wajah utama Aljazair dalam lebih dari satu dekade terakhir. Dengan kemampuan olah bola, visi bermain, dan pengalaman di level tertinggi, ia kerap menjadi tumpuan serangan serta pemimpin tim di berbagai turnamen besar.

Aljazair harus menghentikan langkahnya setelah kebobolan melalui gol Breel Embolo pada menit ke-10 dan Dan Ndoye pada menit ke-46. Kekalahan itu sekaligus menutup perjalanan Mahrez bersama tim berjuluk The Desert Foxes.

Hasil itu membawa Swiss melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang pertandingan Kolombia melawan Ghana, sementara Aljazair harus pulang setelah sebelumnya mampu melewati fase grup sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

[ANTARA]

Load More