-
Pelatih Norwegia menginstruksikan pemain fokus penuh pada taktik lapangan tanpa memikirkan nama besar Brasil.
-
Strategi bertahan zona disiapkan secara kolektif untuk mematikan pergerakan berbahaya penyerang Vinicius Junior.
-
Norwegia membawa modal percaya diri tinggi berkat produktivitas Erling Haaland dan rekor sejarah.
Suara.com - Timnas Norwegia menolak tunduk pada reputasi besar Brasil menjelang bentrok sengit di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pelatih Stale Solbakken menuntut skuadnya tampil tanpa rasa takut di Stadion New York, Amerika Serikat.
Solbakken menegaskan bahwa fokus utama Erling Haaland dan kolega adalah mengeksekusi taktik di lapangan, bukan terbebani oleh kemegahan panggung fase gugur.
"Kami harus memainkan pertandingan, bukan situasinya. Kami harus memastikan bahwa kami tidak bermain karena besarnya momen ini, tetapi hanya fokus memainkan pertandingan," kata Solbakken seperti dikutip lamam FIFA pada Minggu.
Kepercayaan diri tim berjuluk The Lovene ini sedang melambung tinggi setelah menyapu bersih 3 kemenangan dari 4 laga sebelumnya. Ketajaman lini depan mereka menjadi sinyal bahaya yang nyata bagi lini belakang tim Samba.
Sang mentor melihat peta kekuatan kini sudah jauh lebih seimbang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kolektivitas permainan menjadi modal utama Norwegia untuk membalikkan prediksi banyak pihak.
"Saya tidak berpikir mereka adalah favorit yang sangat jauh seperti mungkin beberapa tahun lalu. Kami telah menjalani periode yang sangat baik dalam waktu yang lama, memiliki kepercayaan diri tinggi, dan gaya bermain yang bagus saat menguasai bola," ujarnya.
Sektor pertahanan mendapatkan perhatian paling besar dari Solbakken, terutama untuk mengantisipasi pergerakan liar penyerang sayap andalan lawan. Strategi khusus telah disiapkan agar tidak ada ruang kosong yang bisa dimanfaatkan.
"Yang terpenting adalah kami mampu menyulitkan Brasil bila bermain sesuai kemampuan terbaik. Namun, kami harus benar-benar tampil pada level tertinggi. Bila tidak, kami tidak akan memiliki peluang," tambah pelatih berusia 58 tahun itu.
Disiplin posisi secara tim menjadi kunci utama yang ditekankan oleh sang pelatih untuk mematikan kreativitas serangan balik cepat lawan. Penjagaan ketat tidak akan dibebankan kepada 1 pemain saja.
Baca Juga: Drama Sepak Bola Korsel: dari Kritik Pemain hingga Pelatih yang Kabur!
Sistem pertahanan zona dikerahkan penuh untuk menopang ketahanan benteng belakang dari gempuran beruntun.
"Kami berharap sistem pertahanan zona kami bisa memberikan dukungan kepada siapa pun yang bermain di lini belakang," jelas Solbakken.
Arsitek tim asal Skandinavia tersebut memastikan anak asuhnya tidak akan bermain defensif total sepanjang laga. Ketajaman Haaland bakal dimaksimalkan untuk merepotkan pertahanan lawan lewat skema serangan balik yang efektif.
"Selama 90 atau bahkan 120 menit, kami memang harus bertahan dalam periode tertentu, dan pada saat itulah kami harus tampil sebaik mungkin," tuturnya.
Konteks historis mencatat Selecao belum pernah sekalipun menang atas Norwegia dalam 4 duel terakhir mereka. Namun, catatan manis masa lalu tersebut tidak membuat kubu Eropa Utara tersebut jemawa di laga penentuan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?