-
Prancis lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Paraguay dengan skor tipis.
-
Suhu ekstrem mencapai 37 derajat Celcius di Stadion Philadelphia sempat menghambat performa Les Bleus.
-
Didier Deschamps langsung mengalihkan fokus pemulihan fisik pemain menjelang laga berat kontra Maroko.
Suara.com - Prancis sukses mengamankan tiket perempat final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Paraguay pada laga babak 16 besar. Eksekusi penalti penentu memastikan langkah Les Bleus melaju ke fase berikutnya di tengah tekanan cuaca ekstrem.
Sengatan suhu udara yang sangat tinggi di Stadion Philadelphia menjadi ujian berat bagi fisik para pemain. Atmosfer panas tersebut memaksa kedua tim bertarung dengan sisa energi yang terkuras lebih cepat.
Kondisi lapangan yang separuhnya terpapar langsung terik matahari pada paruh pertama memperlambat tempo permainan. Kendala lingkungan ini diakui secara terbuka oleh arsitek taktik tim ayam jantan.
"Panas pasti punya dampak (ke pemain-red). Pertandingan menjadi lebih sulit," ujar Deschamps seusai laga dikutip ESPN, Minggu (5//7/2026).
Memasuki paruh kedua, penurunan suhu udara memberikan napas baru bagi organisasi serangan armada Eropa. Momentum perubahan cuaca tersebut langsung dimanfaatkan untuk mengurung pertahanan lawan secara agresif.
Akselerasi lini depan membuahkan hasil manis ketika wasit menunjuk titik putih pada menit ke-70. Kylian Mbappe yang maju sebagai algojo berhasil menuntaskan tugasnya dengan sepakan keras yang merobek jala gawang.
Kendati berhasil memetik kemenangan penting, sang juru taktik tetap melontarkan kritik tajam kepada anak asuhnya. Potensi besar daya gedor tim dinilai belum keluar sepenuhnya pada laga krusial ini.
Efektivitas konversi peluang menjadi perhatian utama yang harus segera dibenahi sebelum babak selanjutnya. Kreativitas serangan dinilai masih terlalu lambat untuk membongkar pertahanan berlapis.
"Kami seharusnya bisa bermain lebih cepat," tutur dia.
Baca Juga: Kylian Mbappe ke Paraguay: Kami Bisa Juga Mengotori Tangan, Tapi Itu Cara Buruk
Di balik ketegangan taktis, benturan fisik dan friksi antar-pemain mewarnai sepanjang jalannya laga. Situasi panas di atas rumput dipandang sebagai riak normal dalam sebuah duel hidup-mati.
Ketegangan yang terjadi di lapangan dianggap mencerminkan determinasi tinggi dari kedua belah pihak. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang napas ambisi juara bertahan di turnamen sepak bola terakbar.
"Itu pertandingan yang sulit. Laga yang fokus dan agresif. Itulah kenapa saya sangat senang dengan hasil ini. Kami lolos ke perempat final," kata Deschamps.
Langkah selanjutnya dipastikan bakal menguras energi lebih besar saat mereka dijadwalkan bersua Maroko. Pertandingan perebutan tiket semifinal tersebut akan digelar di Stadion Boston pada Kamis mendatang.
Calon lawan mereka melangkah mantap setelah menggilas Kanada dengan performa yang sangat meyakinkan. Tiga gol tanpa balas menjadi sinyal kewaspadaan tinggi bagi lini belakang tim nasional Prancis.
"Maroko salah satu tim terbaik di turnamen ini. Kami sudah menghadapi mereka di Piala Dunia 2022 (Prancis menang 2-0, red) dan melihat bagaimana performa mereka di Piala Afrika (Maroko juara-red)," tutur Deschamps.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan