- Timnas Inggris melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1 di perempat final.
- Inggris akan menghadapi Argentina dalam laga semifinal dengan misi mengakhiri penantian gelar juara selama 60 tahun.
- Duet Harry Kane dan Jude Bellingham menjadi kunci keberhasilan Inggris dengan mencetak rekor gol dalam turnamen tersebut.
"Performa kelas dunia dari pemain kelas dunia di momen-momen yang sangat besar, benar-benar kelas atas," tutur Thomas Tuchel memuji Bellingham.
Pemain sayap Noni Madueke bahkan menilai performa luar biasa gelandang Real Madrid itu sudah menjadi standar di dalam skuad Inggris.
Ujian Fisik Jelang Hadapi Argentina
Kondisi fisik para pemain Inggris menjadi perhatian setelah mereka harus bermain hingga babak tambahan saat menghadapi Norwegia dalam cuaca panas dan tingkat kelembapan tinggi.
Sejumlah pemain dilaporkan mengalami kram, sementara gelandang Declan Rice sempat harus beristirahat selama tiga hari karena sakit sebelum kembali menjalani latihan ringan.
Meski demikian, Madueke menegaskan hasil akhir jauh lebih penting daripada penampilan atraktif.
"Dengar, jika kami bermain seperti ini dan memenangkan dua pertandingan berikutnya, saya tidak keberatan sama sekali," ujar Noni Madueke.
Duel Sarat Sejarah
Pertemuan Inggris dan Argentina selalu menghadirkan cerita besar di Piala Dunia, mulai dari final 1966, gol "Tangan Tuhan" Diego Maradona pada 1986, kartu merah David Beckham pada 1998, hingga kemenangan Inggris lewat penalti Beckham pada 2002.
Baca Juga: Head to Head Argentina vs Inggris: Siapa Lebih Unggul Jelang Semifinal Piala Dunia 2026?
Kini, generasi baru Inggris berharap mampu menorehkan kisah berbeda dengan menyingkirkan Argentina demi mengamankan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Thomas Tuchel pun mengaku menikmati tekanan besar yang datang bersama pertandingan-pertandingan penting seperti ini.
"Saya merasa sangat hidup dalam momen-momen seperti ini, inilah tempat yang saya inginkan, saya tidak ingin berada di tempat lain di dunia ini," pungkas Thomas Tuchel.
Berita Terkait
-
Semifinal Piala Dunia 2026: Barcelona Jadi Tim Penyumbang Pemain Terbanyak
-
Piala Dunia 2026: Ada 2 Alasan Mengapa Saya Tak Heran Argentina Bisa Lolos ke Babak Semifinal
-
Ini Dia Kartu AS Inggris untuk Depak Lionel Messi Cs dari Piala Dunia 2026
-
Rooney Beri Wejangan Untuk Inggris Jelang Kontra Argentina di Semifinal
-
Rivalitas Inggris vs Argentina: Sejarah, Gengsi hingga Hand of God
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Duel Skuat Rp16 Triliun: Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Semifinal Piala Dunia 2026: Barcelona Jadi Tim Penyumbang Pemain Terbanyak
-
Ini Dia Kartu AS Inggris untuk Depak Lionel Messi Cs dari Piala Dunia 2026
-
Head to Head Argentina vs Inggris: Siapa Lebih Unggul Jelang Semifinal Piala Dunia 2026?
-
Ryo Matsumura Tinggalkan Persija, Cedera dan Masa Peminjaman Jadi Awal Perpisahan
-
Abaikan Sejarah 'Tangan Tuhan', Scaloni Minta Rivalitas Argentina vs Inggris Tak Dibesar-besarkan
-
Sesumbar Eks Gelandang Timnas Inggris: Kami Akan Pulangkan Lionel Messi!
-
Bek Prancis Ibrahima Konate Tak Gentar Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Denis Kolinger Ungkap Alasan Pilih Persija Jakarta, Nama Marko Simic Jadi Faktor Tak Terduga
-
FIFA Buka Peluang Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Negara, Gianni Infantino Ungkap Alasannya