Bola / Bola Dunia
Kamis, 16 Juli 2026 | 12:31 WIB
FIFA kembali menuai kontroversi usai berencana menghadirkan halftime show pada final Piala Dunia 2026. Jeda pertandingan pun berpotensi diperpanjang. (metlifestadium.com)
Baca 10 detik
  • FIFA berencana menggelar pertunjukan musik saat jeda babak pertama final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium.
  • FIFA bekerja sama dengan Global Citizen dan Chris Martin untuk menghadirkan artis dunia dalam acara hiburan tersebut.
  • Rencana perpanjangan durasi jeda pertandingan menjadi 20 menit dikhawatirkan mengganggu ritme, kondisi fisik, dan strategi para pemain.

Saat itu, penampilan Tems, J Balvin, dan Doja Cat berlangsung sekitar 24 menit, tetapi panggung ditempatkan di area tribun sehingga tidak mengganggu kondisi lapangan.

Pada final Piala Dunia 2026, panggung direncanakan dibangun langsung di tengah lapangan New York New Jersey Stadium sehingga proses teknisnya jauh lebih kompleks.

Dikhawatirkan Ganggu Ritme Pertandingan

Selain tantangan teknis, rencana FIFA juga memunculkan kekhawatiran dari sisi olahraga.

Sepak bola memiliki karakter berbeda dengan Super Bowl yang memang dirancang dengan jeda pertandingan lebih panjang.

Dalam sepak bola, ritme permainan, kondisi fisik pemain, momentum pertandingan, hingga strategi pelatih sangat dipengaruhi durasi turun minum.

Tambahan waktu jeda dikhawatirkan dapat mengganggu momentum tim, memengaruhi kebugaran pemain, serta memaksa pelatih melakukan penyesuaian strategi setelah pertandingan kembali dimulai.

Karena itu, rencana FIFA menghadirkan halftime show diperkirakan akan terus menjadi perdebatan hingga final Piala Dunia 2026 digelar.

Baca Juga: 90 Menit yang Mengungkap Identitas Asli Inggris dan Argentina

Load More