Bola / Liga Inggris
Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:24 WIB
Elkan Baggott resmi bergabung dengan Millwall. Direktur klub Steve Gallen mengungkap alasan merekrut bek Timnas Indonesia yang telah lama dipantau. [Dok. IG millwallfc]
Baca 10 detik
  • Elkan Baggott resmi bergabung secara permanen dengan klub Championship, Millwall FC, dari klub asalnya yaitu Ipswich Town.
  • Direktur Teknik Millwall, Steve Gallen, menyatakan Elkan telah dipantau lama karena perkembangan performanya selama masa peminjaman.
  • Mantan pemain Millwall, Kasey Keller, menyebut kompetisi Championship merupakan tempat ideal bagi pemain muda untuk menguji ketahanan mental.

Suara.com - Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott resmi melanjutkan karier ke klub Championship, Milwall FC.

Bek Timnas Indonesia itu direkrut secara permanen dari Ipswich Town.

"Saya sangat senang bisa membawa Elkan ke klub ini. Dia pemain yang sudah kami pantau sejak lama, dan kami telah mengikuti perkembangannya dengan cermat, baik di Ipswich Town maupun selama masa peminjamannya di EFL," kata Dirtek Millwall FC, Steve Gallen.

Milwall FC bukan klub kemarin sore. Ini adalah salah satu klub yang memiliki rekor panjang di kompetisi Liga Inggris.

Sejumlah nama besar pernah membela klub ini, salah satunya ialah eks kiper Timnas AS, Kasey Keller.

Dalam wawancara dengan salah satu media AS, Keller menyebut Millwall sebagai klub dengan identitas kuat yang lahir dari budaya kelas pekerja London Selatan.

“Millwall adalah klub yang sangat identik dengan komunitas pekerja, penuh loyalitas, dan sering disalahpahami,” ujar Keller.

Keller memulai karier profesionalnya di Millwall pada awal 1990-an, sebuah pengalaman yang ia sebut sebagai fondasi terpenting dalam perjalanan kariernya di Eropa.

Ia tampil dalam lebih dari 200 pertandingan dan menghadapi tekanan tinggi sejak hari pertama.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Ujian Berat Pasukan John Herdman

“Kontrak saya bahkan menuntut saya jadi kiper utama dalam satu tahun atau izin kerja saya dicabut,” kata Keller.

Atmosfer stadion lama The Old Den juga meninggalkan kesan mendalam bagi Keller.

Ia menggambarkan tempat itu sebagai lingkungan yang intens, penuh tekanan, dan menjadi ujian nyata bagi pemain muda.

Namun di balik reputasi keras tersebut, Keller menilai Millwall memiliki sisi kemanusiaan yang kuat.

Ia menyebut para suporter bisa sangat intimidatif di satu sisi, tetapi juga hangat dan penuh solidaritas di sisi lain.

“Fans mereka bisa terlihat menakutkan, tapi juga sangat peduli. Itulah jiwa asli Millwall,” ujarnya.

Load More