News / Internasional
Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:03 WIB
Pemimpin China, Xi Jinping, membuka pertemuan penting dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing dengan pernyataan kontroversial. [istimewa]
Baca 10 detik
  • Presiden Donald Trump mengungkap dugaan adanya pemerintahan bayangan di tubuh FBI saat berpidato di Gedung Putih, Kamis malam.
  • Trump mengklaim memiliki dokumen internal yang menunjukkan pejabat FBI sengaja menyembunyikan laporan keterlibatan China dalam pemilu Amerika Serikat.
  • Klaim tersebut memicu kontroversi karena diduga adanya upaya memanipulasi informasi intelijen terkait campur tangan asing dalam pemilihan umum.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi setelah mengungkap dugaan adanya “pemerintahan bayangan” di tubuh Federal Bureau of Investigation (FBI).

Pernyataan itu disampaikan dalam pidato primetime di Gedung Putih, Kamis malam waktu setempat.

Pidato tersebut dihadiri puluhan pejabat tinggi, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan sejumlah anggota kabinet.

Total sekitar 55 orang hadir di East Room untuk menyaksikan langsung pernyataan Trump.

Trump mengaku memiliki dokumen internal yang menunjukkan adanya percakapan mencurigakan di kalangan pejabat FBI.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi setelah mengungkap dugaan adanya “pemerintahan bayangan” di tubuh Federal Bureau of Investigation (FBI). [NY Post]

Trump menyebut seorang pejabat FBI bernama Nikki Floris mengklaim menjalankan “shadow government”.

“Dia menulis bahwa dirinya pada dasarnya menjalankan pemerintahan bayangan di FBI,” ujar Trump dikutip dari NY Post.

Klaim ini disebut terkait upaya menyembunyikan informasi intelijen mengenai dugaan campur tangan China dalam pemilu.

Dalam dokumen yang dirilis Gedung Putih, percakapan internal menunjukkan adanya laporan intelijen yang ditarik kembali.

Baca Juga: Donald Trump: Amerika Serikat Menang Lawan Iran

Laporan tersebut berkaitan dengan aktivitas China yang diduga memengaruhi pemilu AS.

Beberapa email juga mengindikasikan adanya perbedaan pendapat terkait isi Presidential Daily Brief (PDB).

Salah satu pejabat bahkan menulis bahwa laporan sengaja “diolah” agar tidak mengaitkan langsung dengan pemilu.

Trump kembali menyinggung pemilu 2020 yang dimenangi Joe Biden.

Trump menilai informasi penting terkait campur tangan asing tidak disampaikan secara transparan saat itu.

“Informasi itu seharusnya memperjelas bahwa China terlibat dalam upaya memengaruhi pemilu,” demikian isi salah satu komunikasi internal yang dikutip.

Load More