Bola / Bola Dunia
Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:50 WIB
Spanyol Punya Cara Sendiri Redam Lionel Messi, Luis de la Fuente Tolak Man-to-Man Marking. [Dok. Opta]
Baca 10 detik
  • Pelatih Luis de la Fuente tidak menerapkan pengawalan man-to-man terhadap Lionel Messi pada final Piala Dunia 2026 mendatang.
  • Strategi kolektif dipilih berdasarkan pengalaman masa lalu agar organisasi permainan Spanyol tetap seimbang menghadapi ancaman Lionel Messi.
  • Luis de la Fuente memastikan Lamine Yamal dalam kondisi bugar dan harus bermain tanpa bayang-bayang legenda Lionel Messi.

De la Fuente juga memberikan pujian kepada Messi yang dinilainya sebagai teladan bagi para pesepak bola muda.

Lamine Yamal Diminta Jadi Diri Sendiri

Nama Lamine Yamal kerap dibandingkan dengan Lionel Messi. Namun, De la Fuente meminta publik tidak membebani pemain berusia 19 tahun itu dengan ekspektasi berlebihan.

Ia ingin Yamal berkembang dengan identitasnya sendiri, bukan hidup di bawah bayang-bayang Messi.

"Messi adalah satu-satunya. Dia adalah talenta yang luar biasa dan, yang terpenting, contoh bagi atlet yang lebih muda," tegas De la Fuente.

"Tetapi Lamine harus menjadi Lamine. Saya pikir cara terbaik membantu dirinya adalah mendukungnya agar tetap menjadi Lamine yang kita kenal."

Menurutnya, membiarkan Yamal bermain tanpa tekanan akan membuat potensi terbaiknya lebih mudah muncul di partai final.

Kondisi Lamine Yamal Dipastikan Fit

De la Fuente juga memastikan kondisi fisik Lamine Yamal tidak menjadi masalah menjelang laga melawan Argentina.

Baca Juga: Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026

Sebelumnya, pemain Barcelona itu sempat absen latihan sebagai langkah pencegahan setelah mengalami benturan saat semifinal kontra Prancis.

"Dia mengalami benturan keras di paha. Dia dilanggar di kotak penalti beberapa hari lalu dan mengenai area yang sangat menyakitkan," kata De la Fuente.

Namun, sang pelatih memastikan kondisi Yamal sudah kembali normal.

"Hari ini dia juga telah mengikuti latihan bersama rekan-rekan setimnya seperti biasa."

Kehadiran Lamine Yamal diperkirakan menjadi salah satu senjata utama Spanyol untuk membongkar pertahanan Argentina pada final Piala Dunia 2026.

Duel Dua Filosofi Sepak Bola

Final Piala Dunia 2026 mempertemukan dua tim dengan filosofi permainan menyerang yang sama-sama kuat.

Luis de la Fuente berambisi membawa Spanyol kembali menjadi juara dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 2010 di Afrika Selatan.

Di sisi lain, Argentina memburu sejarah dengan mempertahankan gelar juara dunia secara beruntun, pencapaian yang sangat langka dalam sepak bola modern.

Load More