Bola / Bola Dunia
Kamis, 23 Juli 2026 | 10:56 WIB
Donald Trump, presiden Amerika Serikat dan Presiden FIFA, Gianni Infantino (suara.com)
Baca 10 detik
  • Presiden AS Donald Trump mendukung Presiden FIFA Gianni Infantino sebagai calon Sekretaris Jenderal PBB berikutnya.
  • Dukungan tersebut didasari penilaian bahwa Infantino memiliki pengalaman memimpin organisasi global serta kemampuan menyatukan berbagai pihak.
  • Gedung Putih dan FIFA hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan pencalonan tersebut.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mendukung Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya.

Informasi tersebut pertama kali dilaporkan New York Post dengan mengutip sumber yang disebut dekat dengan Trump.

Menurut laporan tersebut, Trump menilai Infantino merupakan sosok yang memiliki kemampuan menyatukan berbagai pihak di tingkat internasional.

"Dia dihormati oleh semua orang di seluruh dunia dan memiliki kemampuan khusus untuk menyatukan orang-orang," kata sumber yang dikutip New York Post dan dinukil People, Kamis (23/7/2026).

Jabatan Sekretaris Jenderal PBB akan kembali diperebutkan setelah masa jabatan António Guterres berakhir pada penghujung masa tugasnya.

Sesuai mekanisme PBB, calon sekretaris jenderal harus memperoleh nominasi dari negara anggota, mendapat dukungan Dewan Keamanan PBB tanpa veto dari anggota tetap, serta disetujui oleh Majelis Umum.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Paolo Zampolli, pengusaha sekaligus diplomat Italia-Amerika yang menjabat sebagai utusan khusus Trump untuk kemitraan global, turut mendukung gagasan tersebut.

"Hanya Presiden Trump yang bisa memiliki ide seperti itu," ujar Zampolli kepada New York Post.

Ia menilai pengalaman Infantino memimpin FIFA menjadi modal penting untuk memimpin organisasi internasional seperti PBB.

Baca Juga: Donald Trump: Iran Mau Banget Bertemu, Tapi Amerika Tak Tertarik

"Di PBB ada 193 negara anggota, sementara FIFA memiliki lebih dari 200 anggota. Rekam jejak Gianni menunjukkan bahwa dia mengetahui cara mengelola organisasi global," katanya.

Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih maupun FIFA terkait laporan tersebut. Sejumlah media internasional melaporkan bahwa keduanya telah dimintai tanggapan, namun belum memberikan komentar.

Infantino memimpin FIFA sejak 2016 setelah sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal UEFA. Ia juga menjadi anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) sejak 2020.

Selama memimpin FIFA, Infantino kerap menjadi sorotan dan menerima kritik terkait sejumlah kebijakan organisasi sepak bola dunia tersebut.

Hubungan Trump dan Infantino juga beberapa kali menjadi perhatian publik. Pada Desember 2025, Infantino menganugerahkan penghargaan perdamaian perdana FIFA kepada Trump dalam sebuah acara di Washington, D.C.

Keduanya kembali terlihat bersama selama penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026. Trump sempat mengungkapkan telah menghubungi Infantino setelah keputusan disipliner terhadap penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Hukuman skorsing satu pertandingan terhadap Balogun kemudian dibatalkan sehingga ia dapat tampil pada laga berikutnya.

Trump dan Infantino juga menghadiri laga final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, dan terlihat bersama saat seremoni penyerahan trofi usai pertandingan.

Load More