Bola / Bola Indonesia
Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:09 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum melawan Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/mrh/wsj]
Baca 10 detik
  • Pelatih Kim Sang Sik membawa Vietnam menang 3-0 atas Indonesia di Piala AFF 2026 berkat strategi tak terduga.
  • Vietnam unggul dua gol cepat melalui Nguyen Van Vi dan Nguyen Hai Long pada awal babak pertama pertandingan tersebut.
  • Nguyen Xuan Son mencetak gol ketiga di babak kedua untuk memastikan kemenangan telak tim tamu atas Indonesia.

Tembakan dari sudut sempit sukses membuka keunggulan tim tamu.

Timnas Indonesia belum sempat bangkit saat Vietnam kembali menghukum pada menit ke-14.

Serangan balik cepat diselesaikan oleh Nguyen Hai Long yang membuat Garuda tertinggal 0-2.

Tertinggal dua gol, Indonesia mencoba mengontrol permainan.

Penguasaan bola mencapai 62 persen dengan jumlah umpan hampir dua kali lipat dari Vietnam, namun efektivitas menjadi masalah utama.

Dari empat percobaan di babak pertama, hanya satu tembakan tepat sasaran.

Nilai expected goals (xG) Indonesia pun rendah, hanya 0,20, jauh di bawah Vietnam yang mencatat 0,61.

Secara taktik, formasi 5-4-1 yang diterapkan pelatih John Herdman tidak berjalan optimal.

Pergerakan Rizky Ridho yang sering naik membuat lini belakang rapuh dan mudah diekspos.

Baca Juga: Usai Dibungkam Vietnam, Herdman Kirim Pesan Emosional untuk Suporter Timnas Indonesia

Memasuki babak kedua, Indonesia bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan.

Perubahan dilakukan pada menit ke-65 dengan memasukkan sejumlah pemain baru. Sayangnya, Vietnam justru semakin berbahaya lewat serangan cepat mereka.

Sepanjang laga, Indonesia mencatat 11 tembakan dengan tiga on target.

Namun xG hanya 0,65, kalah dari Vietnam yang lebih efektif dengan enam tembakan tepat sasaran dari 10 percobaan.

Secara keseluruhan, skuad Garuda hanya mencatat nilai rata-rata 6,3, jauh tertinggal dari performa Vietnam.

Tiga pemain bahkan mendapat nilai di bawah standar. Nadeo Argawinata mencatat 5,7, diikuti Rizky Ridho dengan 5,9, serta Ragnar Oratmangoen yang hanya meraih 5,2.

Performa lini belakang dan depan menjadi sorotan utama. Kesalahan koordinasi serta minimnya efektivitas serangan membuat Indonesia kesulitan keluar dari tekanan sepanjang pertandingan.

Pergantian pemain yang dilakukan pelatih John Herdman juga belum memberi dampak signifikan.

Pemain seperti Jens Raven hingga Tim Geypens gagal mengangkat performa tim, tanpa satu pun mencapai rating 7.

Di sisi lain, Vietnam tampil jauh lebih solid. Lini tengah dan pertahanan mereka mampu mengontrol permainan sekaligus meredam agresivitas Indonesia.

Bintang kemenangan Vietnam adalah Nguyen Hoang Duc yang tampil impresif dengan rating 8,6.

Secara tim, Vietnam mencatat rata-rata nilai 7,2, menunjukkan dominasi mereka sepanjang 2x45 menit. 

Load More