Bola / Bola Indonesia
Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:46 WIB
Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes. (Instagram/@maartenpaes)
Baca 10 detik
  • Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes menceritakan perjalanan karier dan kedekatannya dengan Tanah Air melalui wawancara Tatler Asia.
  • Ikatan emosional Paes dengan Indonesia berasal dari sang nenek yang lahir di Kediri serta cerita keluarga masa lalu.
  • Kenangan mendiang nenek selalu teringat oleh Paes setiap kali ia mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Suara.com - Maarten Paes berbicara terbuka mengenai perjalanan karier, hubungannya dengan Indonesia, hingga makna rumah bagi dirinya.

Dalam wawancara bersama Tatler Asia beberapa waktu lalu, kiper Timnas Indonesia itu mengungkap bahwa kedekatannya dengan Tanah Air tidak hanya berkaitan dengan sepak bola, tetapi juga warisan keluarga.

Salah satu kenangan yang paling melekat di benaknya terjadi ketika pertama kali tiba di Jakarta.

Bukan kemacetan atau udara lembap yang paling diingat Paes, melainkan aroma rokok kretek yang mengingatkannya pada cerita sang nenek.

Nenek Paes diketahui lahir di Kediri, Jawa Timur.

Dari sang nenek, Paes mengenal berbagai cerita tentang Indonesia, termasuk pengalaman pahit keluarga saat masa perang dan perjuangan membangun kembali kehidupan.

Profil Nenek Maarten Paes (Instagram/maartenpaes)

Paes mengawali perjalanan profesionalnya di Belanda sebelum melanjutkan karier ke Amerika Serikat bersama FC Dallas di Major League Soccer (MLS).

"Menurut saya, kita sangat mudah beradaptasi ketika orang-orang di sekitar kita terbuka dan ramah. Itulah yang saya rasakan ketika pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia dan hal itu sangat membantu seluruh proses adaptasi," kata Paes.

Sejak awal 2026, ia kemudian menjalani babak baru bersama Ajax, klub yang sudah dikenalnya sejak masih kecil.

Baca Juga: Hentikan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Pelatih Singapura Kena Karma

Alasan Paes membela Indonesia tidak semata-mata berkaitan dengan karier.

Ada ikatan emosional yang jauh lebih dalam melalui sosok neneknya yang lahir di Kediri.

Paes juga pernah mengunjungi Indonesia dan Kediri saat masih kecil.

Ia berusaha mengingat perjalanan tersebut, termasuk kunjungan ke makam leluhurnya, meski saat itu usianya masih terlalu muda untuk memahami makna perjalanan tersebut secara utuh.

Sang nenek meninggal hanya beberapa bulan sebelum Paes menjalani debut bersama Timnas Indonesia.

Kenangan tentangnya kembali muncul setiap kali Paes mendengar lagu kebangsaan Indonesia Raya.

“Setiap kali saya mendengar lagu Indonesia Raya, saya memikirkan nenek saya,” ungkap Paes.

Load More