- Jhon van Beukering memukul Quiermo Dumay di lorong pemain saat jeda laga GVVV versus IJsselmeervogels akhir pekan lalu.
- Korban menderita tujuh gigi patah, luka jahitan di mulut, serta harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat pemukulan tersebut.
- Klub GVVV resmi memberhentikan Jhon van Beukering dan Dennis van Beukering setelah insiden kekerasan yang menyebabkan pertandingan dihentikan permanen.
Suara.com - Mantan penyerang Timnas Indonesia, Jhon van Beukering, terseret insiden kekerasan dalam derby antara GVVV vs IJsselmeervogels di Tweede Divisie Belanda akhir pekan lalu.
Kericuhan terjadi di lorong pemain saat jeda pertandingan hingga membuat laga dihentikan permanen.
Korban dalam insiden tersebut adalah bek IJsselmeervogels, Quiermo Dumay.
Pemain berusia 25 tahun itu mengalami cedera serius setelah mengaku terkena pukulan di bagian wajah dari Jhon van Beukering.
Dumay mengalami tujuh gigi patah, terdiri dari tiga gigi bagian atas dan empat gigi bagian bawah.
Ia juga harus mendapatkan sejumlah jahitan di mulut dan menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa jam.
“Saya terutama masih terpukul. Di unit gawat darurat saya menjalani sejumlah tindakan intensif,” kata Dumay dikutip dari voetbalprimeur.be
Menurut Dumay, gigi-giginya yang terdorong ke belakang berhasil dikembalikan ke posisi semula.
Namun, proses pemulihan giginya diperkirakan dapat berlangsung lama, bahkan hingga sekitar satu tahun.
Insiden tersebut terjadi ketika para pemain kedua tim memasuki lorong menuju ruang ganti setelah babak pertama.
Situasi yang awalnya berupa keributan kemudian berkembang menjadi bentrokan fisik.
Dumay mengaku saat itu berusaha kembali ke lokasi keributan untuk membantu melerai situasi.
Ia kemudian mengatakan mendapat pukulan dari Jhon van Beukering hingga terjatuh.
Akibat kondisi tersebut, pemain IJsselmeervogels menolak melanjutkan pertandingan pada babak kedua. Laga akhirnya dihentikan ketika GVVV sedang unggul 2-0.
Jhon van Beukering Akui Melayangkan Pukulan