- Jhon van Beukering memukul Quiermo Dumay di lorong pemain saat jeda laga GVVV versus IJsselmeervogels akhir pekan lalu.
- Korban menderita tujuh gigi patah, luka jahitan di mulut, serta harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat pemukulan tersebut.
- Klub GVVV resmi memberhentikan Jhon van Beukering dan Dennis van Beukering setelah insiden kekerasan yang menyebabkan pertandingan dihentikan permanen.
Jhon van Beukering kemudian memberikan versi berbeda mengenai kejadian tersebut.
Ia mengakui telah melayangkan pukulan, tetapi mengatakan dirinya melakukannya dalam situasi yang menurutnya merupakan upaya membela diri.
“Saya mengakui telah melayangkan pukulan. Tetapi saya tidak tahu siapa yang saya pukul,” kata Jhon van Beukering.
Eks bomber Timnas Indonesia itu menyebut saat itu terdapat sekitar 20 orang di lorong dan dirinya juga mengaku mendapat beberapa pukulan di kepala.
Jhon juga menyatakan dirinya telah membuat laporan kepada polisi.
Ia mengklaim mengalami dua benjolan di kepala, sementara kakaknya, Dennis van Beukering, yang merupakan pelatih kepala GVVV, juga disebut terkena pukulan.
GVVV mengambil tindakan terhadap kedua bersaudara tersebut setelah melakukan peninjauan awal.
Klub memutuskan Jhon van Beukering dan Dennis van Beukering tidak lagi menjalankan tugas untuk GVVV.
Dalam pernyataannya, GVVV menegaskan bahwa kekerasan tidak dapat diterima di lingkungan klub.
“Kekerasan sama sekali tidak sesuai dengan klub kami dan nilai-nilai yang dijunjung GVVV,” demikian pernyataan resmi klub.