- Ketua Umum PSSI Erick Thohir meminta penegakan hukum tegas atas tewasnya seorang suporter akibat penyerangan di Bogor pada Minggu (25/10/2026).
- Kepolisian telah mengamankan lima orang terduga pelaku setelah Erick langsung menghubungi Kapolres setempat untuk menyelidiki kasus tersebut.
- Erick menegaskan sepak bola harus menjadi pemersatu bangsa dan mendorong sanksi pengurangan poin demi memberikan efek jera.
Selain penegakan hukum, Erick kembali menyoroti pentingnya sanksi tegas terhadap kekerasan yang terjadi di dalam lingkungan pertandingan.
Menurutnya, klub dan suporter harus ikut bertanggung jawab apabila insiden semacam itu terjadi di area pertandingan.
Erick bahkan mendorong penerapan sanksi pengurangan poin dalam jumlah besar untuk memberikan efek jera.
Erick mengingatkan agar tragedi seperti Kanjuruhan tidak kembali terulang dalam sepak bola Indonesia.
“Kalau masih terjadi di dalam lapangan, itu pasti tanggung jawab klub dan suporter, dan akhirnya bisa dikurangi poin. Kalau masih terjadi hal seperti Kanjuruhan, mohon maaf, sudah lah pengurangan poin sebanyak-banyaknya saja biar ada efek jera,” tegas eks Presiden Inter Milan itu.