Redam Kepungan Polusi, Modifikasi Cuaca Digelar di Langit Jakarta Hingga 28 Oktober

Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:29 WIB
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat. (Suara.com/Adiyoga)
BACA 10 DETIK
  • BPBD DKI Jakarta melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca menggunakan natrium klorida untuk mengurangi polusi udara.
  • Penyemaian awan tersebut dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh mulai tanggal 21 hingga 28 Oktober 2026.
  • Operasi pengendalian cuaca ini dikendalikan langsung dari posko udara yang berlokasi di Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memancing turunnya hujan sekaligus menekan pekatnya polusi udara di ibu kota.

Langkah taktis penyemaian awan tersebut dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh, terhitung sejak 21 Oktober hingga 28 Oktober 2026.

"Kami melakukan OMC tentunya dengan memperhatikan rekomendasi dari BMKG ya. Targetnya yaitu untuk mengurangi angka polusi di Jakarta dan juga untuk menurunkan hujan," ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat dalam keterangan resminya, Selasa (27/10/2026).

Dalam ikhtiar membasuh udara Jakarta, petugas menerbangkan armada pesawat dengan membawa senyawa natrium klorida sebagai amunisi utama penyemaian.

"Saat ini, kami menggunakan NaCl sebagai bahan semai untuk bisa menurunkan hujan dan mengurangi polusi," jelas Maruli.

Penyemaian garam tersebut tidak dilepas secara serampangan, melainkan wajib memperhitungkan arah embusan angin dan pergerakan awan potensial.

"Supaya tepat sasaran. Nah, itu kami memperhatikan pertumbuhan awan yang mengarah ke wilayah Jakarta, dan juga arah angin yang mengarah ke Jakarta. Di titik-titik tersebut, baru kami lakukan penyemaian," kata Maruli.

BPBD DKI Jakarta terus menyelaraskan langkah bersama BMKG agar setiap operasi penerbangan benar-benar efektif dan tepat sasaran.

Mereka pun memilih menahan diri dan membatalkan penyemaian apabila radar cuaca mendeteksi ketiadaan bibit awan hujan.

"Kalau pertumbuhan awannya negatif, ya kami nggak akan lakukan modifikasi. Kalau pun arah anginnya juga nggak mengarah ke Jakarta, ya kami juga nggak akan lakukan OMC," ucap Maruli.

Seluruh pergerakan armada penabur garam di langit ibu kota ini berpangkal dan dikendalikan langsung dari posko udara di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com