Suara.com - Seorang pegawai dari BRI Unit Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), yang diduga terlibat dalam kasus penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) fiktif, telah diberhentikan dari jabatannya. Saat ini, kasus tersebut sedang dalam tahap penyelidikan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat (Sulbar).
Pimpinan Cabang (Pincab) BRI Polman, Komang, dalam pernyataan tertulisnya menjelaskan bahwa BRI telah mengambil langkah tegas dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pegawai yang terlibat dalam kasus tersebut.
"BRI telah melaporkan kasus dugaan kredit fiktif ini kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk penanganan lebih lanjut," ujar Komang pada Rabu (4/9/2024).
Komang menambahkan bahwa keputusan untuk melakukan PHK ini merupakan bagian dari komitmen BRI terhadap kebijakan "zero tolerance to fraud," yang telah menjadi panduan operasional perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
"BRI terus menjalankan transformasi digital serta menanamkan budaya perusahaan yang kuat untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, aman, dan nyaman, guna memastikan pelayanan terbaik kepada nasabah," jelasnya lebih lanjut.
Komang juga menegaskan pentingnya penerapan nilai-nilai Good Corporate Governance (GCG) oleh setiap pegawai BRI dalam menjalankan kegiatan bisnis sehari-hari, sebagai upaya menjaga integritas dan kredibilitas perusahaan.
Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat telah memulai penyelidikan terkait dugaan korupsi dalam kasus kredit macet di BRI Unit Campalagian, Polman, yang mencapai nilai Rp 3,5 miliar. Kasus ini telah memasuki tahap penyidikan, dan menurut Andi Darmawangsa dari Kejati Sulbar, penyaluran kredit tersebut diduga melibatkan perantara atau calo selama proses pencairannya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis