Suara.com - Ekosistem perbankan dan pergadaian kini semakin terintegrasi lewat jalur digital. Bank Rakyat Indonesia (BRI) kini terus berinovasi dan terus menghadirkan kemudahan bagi nasabah untuk melakukan penebusan barang gadai di Pegadaian melalui aplikasi BRImo.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat adopsi layanan cashless di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Melalui fitur "Tagihan" yang tersedia di aplikasi, nasabah tidak perlu lagi mendatangi kantor cabang atau loket pembayaran fisik untuk menyelesaikan kewajiban cicilannya. Cukup dengan beberapa klik, proses penebusan barang bisa diselesaikan secara real-time.
Insentif Cashback untuk Transaksi Harian
Guna memanjakan nasabah, BRI juga menggelar program promosi berupa Cashback 10% bagi nasabah yang melakukan transaksi Tebus Gadai melalui BRImo. Program ini berlangsung cukup panjang, mulai dari 1 April hingga 30 Juni 2026.
Namun, bagi Anda yang mengincar keuntungan ekstra ini, ada beberapa batasan teknis yang perlu diperhatikan agar tidak terlewat:
- Minimal Transaksi: Cashback berlaku untuk transaksi minimal senilai Rp300.000.
- Batas Maksimal: Nilai pengembalian dana (cashback) dibatasi maksimal Rp50.000 per nasabah.
- Kuota Terbatas: Promo ini hanya tersedia bagi 20 nasabah tercepat setiap harinya.
- Jendela Waktu: Transaksi harus dilakukan pada jam operasional, yakni pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Pihak bank juga menerapkan aturan ketat untuk memastikan program ini berjalan adil. Setiap satu pengguna hanya berhak mendapatkan satu kali reward setiap bulannya selama periode program berlangsung.
Keamanan dan Keleluasaan Transaksi
Secara operasional, BRI menegaskan otoritas penuh dalam menentukan nasabah yang berhak mendapatkan manfaat sesuai sistem yang berlaku. Hal ini termasuk hak untuk mendiskualifikasi peserta yang terindikasi melakukan kecurangan dalam transaksi.
Baca Juga: BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
Hadirnya fitur tebus gadai di aplikasi ini secara tidak langsung mengubah persepsi masyarakat terhadap urusan gadai yang selama ini identik dengan antrean fisik.
Integrasi ini menunjukkan bahwa layanan keuangan tradisional seperti Pegadaian pun kini sudah "sefrekuensi" dengan gaya hidup digital yang menuntut kepraktisan.
Bagi nasabah yang memiliki cicilan berjalan, memantau aplikasi pada pukul 8 pagi mungkin menjadi strategi baru untuk memastikan kewajiban lunas sekaligus mendapatkan potongan harga melalui sistem cashback tersebut.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
Nasabah BRI Kini Bisa Langsung Deposit Tokocrypto
-
Jan Olde Riekerink Pasang Target Akhiri Musim di Enam Besar
-
BRI Alihkan Saham BRI-MI ke Danantara, Nilai Transaksi Tembus Rp975 M
-
Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM
-
Kartu ATM BRI Hilang atau Tertelan? Jangan Panik, Lakukan 3 Cara Ini
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren
-
Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum
-
Mulai Besok Sore, Masyarakat Bisa Akses dan Beri Masukan Draf PPHN
-
Tersangka Karhutla Naik Jadi 89 Orang, Polri Mulai Bidik Jejak Keterlibatan Korporasi
-
Gegara Investor Ambil Cuan, IHSG Melemah Tipis ke Level 6.518
-
Penampakan Halte Petamburan Usai Jadi Sasaran Vandalisme Massa Aksi 27 Agustus
-
Dari Lidi Sawit Jadi Cuan, Ketika Produk Sederhana Petani Indonesia Tembus Pasar Tiongkok
-
Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina
-
Polri Klaim Situasi Nasional Pasca Demo 27 Agustus Kondusif: Aktivitas Berjalan Normal
-
Sempat Dikira Kondusif, Pramono Anung Kecewa Demo DPR Berujung Perusakan Fasilitas