- Menteri Keuangan berencana mengakuisisi PNM dari BRI melalui skema tukar guling dengan PT Geo Dipa Energi milik negara.
- Langkah ini bertujuan mengintegrasikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat serta membentuk ekosistem pembiayaan UMKM yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha.
- Kemenkeu optimistis akuisisi ini mempermudah pengawasan kinerja penyaluran subsidi bunga sebesar Rp40 triliun setiap tahun secara lebih efektif.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana melakukan 'tukar guling' antara PT Permodalan Nasional Madani (PNM) milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, dengan PT Geo Dipa Energi milik Kementerian Keuangan.
Wacana pertukaran antar lembaga ini menjadi salah satu opsi dari Menkeu Purbaya untuk mengakuisisi PNM dari BRI ke Kemenkeu.
“Tadi sudah sempat diskusi gimana kalau tukar dengan Geo Dipa. Tapi itu masih kami bicarakan lagi,” kata Purbaya di Kejaksaan Agung, dikutip dari Antara, Minggu (12/4/2026).
Ia beralasan opsi tukar guling PNM dan Geo Dipa bertujuan untuk mencari skema terbaik penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia yakin penyaluran KUR lebih terintegrasi jika PNM diambil alih Kemenkeu.
“Yang jelas fokusnya masih gimana departemen keuangan bisa mengambil alih PNM untuk supaya bisa kami menyalurkan KUR lewat situ, dan ke depannya dalam beberapa tahun kami bentuk suatu bank yang disebut bank UMKM betulan,” papar dia.
Bendahara Negara juga mengungkapkan perubahan cara kerja PNM usai diakuisisi Kemenkeu. Berbeda dari BRI selaku bank konvensional yang fokus utamanya keuntungan, PNM nantinya bakal menjadi ekosistem penyaluran pembiayaan bagi UMKM yang komprehensif.
“BRI kan profit-oriented, ini (PNM) bukan profit-oriented. Iya enggak rugi, tapi enggak gila-gilaan bunganya. Yang penting adalah pembiayaannya bisa dilakukan berkesinambungan dan betul-betul membantu UMKM. Nanti didesain ekosistem yang menyeluruh,” bebernya.
Sebelumnya Purbaya sempat mengeluhkan kalau pengambilalihan PNM menjadi Special Mission Vehicle (SMV) langsung di bawah Kemenkeu berlangsung lambat, meskipun bos Danantara sudah setuju.
"Ini masih didiskusikan. Kalau di sana, di atas katanya sudah setuju. Di bawahnya saya enggak tahu, masih belum. Sepertinya di sana juga kayak birokrasi kan BUMN, memang lambat. Iya iya, tapi enggak," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Minggu (29/3/2026).
Baca Juga: Purbaya Girang Kantongi Dana Rp 11,4 Triliun dari Satgas PKH, Buat Tambal Defisit APBN
Bendahara Negara juga bingung kenapa akuisisi PNM ke Kemenkeu masih belum dilaksanakan. Padahal status BPI Danantara dinilainya sudah menjadi entitas privat.
"Saya enggak ngerti sih, ya mixed. Ada yang bilang iya, ada yang bosnya bilang iya tapi enggak dijalanin. Kan itu namanya mixed. Itu ya birokrat begitu lah. Jadi lupa, mereka sudah private entity," beber dia.
Purbaya juga menjelaskan alasan PNM mau diambil alih Kemenkeu. Jika sudah resmi, ia bisa memantau kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Nanti suatu saat KUR akan lewat situ. Daripada saya pusing-pusing memeriksa bank lain gimana kerjanya. Kalau di bawah saya, saya bisa pecat. Kalau enggak dijalanin kita pecat langsung," tuturnya.
"Saya ngasih uang bunga subsidi Rp 40 triliun setiap tahun, hilang. Kalau saya kasih di situ bergulir, lima tahun sudah punya Rp 200 triliun, sudah bank gede dia," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Purbaya Girang Kantongi Dana Rp 11,4 Triliun dari Satgas PKH, Buat Tambal Defisit APBN
-
Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi
-
Kartu ATM BRI Hilang atau Tertelan? Jangan Panik, Lakukan 3 Cara Ini
-
Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara
-
Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik, Bagaimana Nasib Mobil Listrik?
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah
-
19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum
-
Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok
-
Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual
-
Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman
-
Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran
-
IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket
-
Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah
-
Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini
-
Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?