- Tokocrypto bermitra dengan BRI dan Bank Mandiri untuk memudahkan akses pembayaran serta meningkatkan inklusivitas investasi bagi pengguna.
- Langkah ini diambil di Jakarta pada 10 April 2026 guna merespons penurunan nilai transaksi kripto di Indonesia.
- Perusahaan optimis kinerja pasar kripto akan pulih pada kuartal kedua 2026 meski menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Suara.com - Platform pertukaran aset kripto, Tokocrypto, resmi menjalin kemitraan strategis dengan dua bank besar nasional, yakni BRI dan Bank Mandiri.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan komitmen perusahaan untuk menciptakan ekosistem investasi yang inklusif. Dengan semakin banyaknya pilihan metode pembayaran, hambatan bagi investor untuk masuk ke pasar dapat diminimalisir.
“Penambahan kanal deposit ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membuat akses ke pasar kripto semakin mudah dan inklusif. Dengan lebih banyak pilihan metode pembayaran, kami berharap dapat menstimulasi investor untuk kembali aktif bertransaksi,” ungkap Calvin dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Upaya Tokocrypto ini muncul di tengah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan adanya perlambatan aktivitas pasar.
Nilai transaksi aset kripto pada Februari 2026 tercatat berada di angka Rp24,33 triliun, turun dari pencapaian Januari yang sempat menyentuh Rp29,28 triliun.
Calvin menilai fenomena ini sebagai bagian dari siklus pasar yang wajar. Menurutnya, pasar kripto saat ini sedang menjalani fase konsolidasi setelah periode lonjakan yang masif sebelumnya.
“Kondisi ini ditandai dengan koreksi harga dan penurunan volume transaksi, yang juga dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global, termasuk tensi geopolitik dan kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat,” jelas Calvin.
Kebijakan suku bunga yang ketat memicu likuidasi pada posisi leverage, sementara ketidakpastian geopolitik mendorong investor beralih ke aset yang lebih aman (risk-off).
Meski demikian, aliran dana masuk (inflow) dari institusi masih terlihat, seperti pada awal April yang mencatat angka sekitar 69,6 juta dolar AS, meskipun belum cukup kuat untuk memicu reli besar.
Baca Juga: Jelang Persib Bandung vs Bali United, Ramon Tanque Fokus dan Siap Kerja Keras
Tokocrypto sendiri saat ini melayani sekitar 4,8 juta pengguna dengan rekam jejak nilai transaksi mencapai Rp160 triliun sepanjang tahun 2025. Dengan basis investor yang besar, Tokocrypto optimistis kinerja pasar akan mulai pulih pada kuartal II 2026, seiring dengan harapan stabilnya kondisi makroekonomi global.
Tag
Berita Terkait
-
Jan Olde Riekerink Pasang Target Akhiri Musim di Enam Besar
-
BRI Alihkan Saham BRI-MI ke Danantara, Nilai Transaksi Tembus Rp975 M
-
Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM
-
Kartu ATM BRI Hilang atau Tertelan? Jangan Panik, Lakukan 3 Cara Ini
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
Terkini
-
Update Layanan Transjakarta: Kembali Normal, Namun Sejumlah Rute Non-BRT Masih Dialihkan
-
Apakah Cuci Muka di Pagi Hari Cukup Pakai Air Biasa Tanpa Sabun? Ini Jawabannya
-
Prabowo Bisa Jatuh, Peringatan Keras Eks Direktur Intelijen BAIS Soal Momentum Oktober
-
Eks Intel BAIS Wanti-wanti Prabowo: Aksi Agustus Adalah Embrio, Bisa Lanjut atau Jatuh!
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Anime Fate/Strange Fake Season 2 Resmi Diumumkan, Holy Grail War Berlanjut
-
Tandatangani PJBL, PLN Bakal Serap 223.584 MWh Listrik dari PSEL Bekasi
-
8 Perbedaan iPad dan Tablet Android yang Perlu Diketahui, Serupa Tapi Tak Sama
-
Saatnya Ganti Provider: Jaringan 5G Stabil Jadi Alasan Netizen Pindah ke XL
-
Indonesia dan Malaysia Garap Proyek Baterai Nusantara untuk Kendaraan Listrik