- BRI mencapai kesetaraan gender dengan komposisi 43 persen pekerja perempuan dari total 86 ribu karyawan perusahaan.
- Sebanyak 25,63 persen posisi manajerial di BRI kini diisi oleh perempuan melalui program pengembangan kepemimpinan strategis.
- BRI memberdayakan 23 juta nasabah perempuan melalui ekosistem ultra mikro untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat luas.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjunjung tinggi nilai kesetaraan gender di lingkungan kerja.
Hingga saat ini, perseroan tercatat memiliki komposisi tenaga kerja yang sangat seimbang, dengan jumlah pekerja perempuan mencapai 36 ribu orang atau setara dengan 43 persen dari total 86 ribu karyawan secara keseluruhan.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa keseimbangan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan kondusif.
Menurutnya, keragaman perspektif yang dibawa oleh kaum perempuan menjadi aset strategis dalam proses pengambilan keputusan organisasi.
Kepercayaan BRI terhadap potensi perempuan tidak hanya terlihat secara kuantitatif, tetapi juga kualitatif di level strategis. Perseroan mencatat bahwa 25,63 persen posisi manajerial—mulai dari tingkatan manajer junior hingga manajemen puncak—telah diisi oleh pekerja perempuan.
Untuk menjaga keberlanjutan regenerasi pemimpin, BRI meluncurkan inisiatif BRILiaN Women Leaders Indonesia (BWLI). Program ini dirancang sebagai wadah pengembangan kepemimpinan yang intensif, bertujuan untuk:
- Mengasah keterampilan manajerial dan kepemimpinan perempuan secara komprehensif.
- Memperluas jejaring profesional di kancah nasional maupun internasional.
- Memperkuat employee branding guna mencetak pemimpin masa depan yang kompetitif.
"Kehadiran perempuan di jajaran kepemimpinan memberikan perspektif yang lebih luas, sekaligus memperkuat budaya kerja yang beragam dan inklusif di BRI," ungkap Hery Gunardi dalam pernyataan resminya.
Semangat Hari Kartini di BRI juga tercermin dari keterbukaan akses lapangan kerja bagi penyandang disabilitas. Hery menambahkan bahwa penempatan perempuan penyandang disabilitas di lingkungan kerja merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memastikan keadilan akses bagi semua pihak.
Hal ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi bagi seluruh elemen tanpa diskriminasi.
Baca Juga: Kartini dan Buruh Perempuan di Era Industri Modern
Dampak nyata kesetaraan gender yang diusung BRI turut diperluas ke sektor eksternal melalui pemberdayaan masyarakat. Salah satu motor penggeraknya adalah Ekosistem Ultra Mikro (UMi) yang merupakan hasil kolaborasi strategis antara BRI, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Pegadaian.
Ekosistem ini telah berhasil menjangkau sekitar 23 juta nasabah di seluruh penjuru Indonesia. Melalui integrasi layanan ini, kaum perempuan di akar rumput tidak hanya mendapatkan kemudahan akses pembiayaan, tetapi juga menerima manfaat berupa:
- Pendampingan Usaha: Bimbingan teknis untuk pengembangan bisnis kecil.
- Literasi Keuangan: Edukasi mengenai pengelolaan modal dan tabungan.
- Layanan Terintegrasi: Akses ke berbagai produk keuangan yang membantu usaha mereka untuk "naik kelas".
Dengan pendekatan holistik tersebut, BRI berupaya memastikan perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Tag
Berita Terkait
-
Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital
-
Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118 Ribu Paket Sembako
-
Setiap Tahun Kita Merayakan Kartini, Tapi Stereotip yang Ia Lawan Masih Hidup
-
Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia, Pertamina Perluas Akses Deteksi Dini Kanker Payudara
-
11 Laga Cuma 1 Menang, PSIM di Ujung Tanduk Jelang Duel Lawan Persija Sore Ini
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL