Bola / Bola Indonesia
Rabu, 22 April 2026 | 10:27 WIB
PSIM Yogyakarta bersiap menghadapi laga krusial pekan ke-29 BRI Super League 2025/26 dengan situasi yang tak ideal. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • PSIM Yogyakarta akan menghadapi Persija Jakarta pada pekan ke-29 BRI Super League di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
  • Laga Rabu, 22 April 2026 ini menjadi ujian krusial bagi PSIM untuk menghentikan tren buruk tiga kekalahan beruntun terakhir.
  • PSIM kehilangan keuntungan kandang karena pemindahan lokasi pertandingan ke venue netral yang mengecewakan pelatih Jean Paul Van Gastel.

Suara.com - PSIM Yogyakarta bersiap menghadapi laga krusial pekan ke-29 BRI Super League 2025/26 dengan situasi yang tak ideal.

Laskar Mataram harus melakoni partai kandang rasa tandang saat menjamu Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (22/4/2026) pukul 15.30 WIB.

Pertandingan ini menjadi momentum penting bagi PSIM untuk bangkit dari tren negatif.

Dalam 11 laga terakhir, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan. Kondisi tersebut diperparah dengan tiga kekalahan beruntun yang membuat posisi tim di papan tengah klasemen mulai terancam.

Di bawah arahan Jean Paul Van Gastel, performa PSIM memang tengah menurun drastis. Namun, sang pelatih menegaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada kondisi fisik pemain.

PSIM Yogyakarta. (Instagram/@psimjogja_official)

“Saya tidak khawatir dengan kelelahan pemain saya. Mereka semua bugar dan dalam kondisi baik karena sepanjang musim ini telah bekerja sangat keras," kata Van Gastel sehari jelang laga.

"Satu-satunya hal yang menjadi perhatian saya adalah kami menelan terlalu banyak kekalahan. Saya tidak puas dengan hasil ini karena saya rasa kami bisa jauh lebih baik,” sambungnya.

Pelatih asal Belanda itu juga menyoroti perbedaan performa timnya antara putaran pertama dan kedua. Ia menilai PSIM sebenarnya kerap tampil kompetitif, tetapi gagal mengamankan hasil maksimal.

“Pada pertandingan-pertandingan putaran kedua, kami sebenarnya sudah sangat dekat dengan kemenangan, tapi hasilnya selalu menjadi negatif. Padahal kami sering berada di posisi unggul lebih dulu,” dia menambahkan.

Baca Juga: Persib Bandung Ditahan Dewa United, Ini Respon Santai Eliano Reijnders

Selain persoalan performa, PSIM juga harus menghadapi kendala non-teknis. Pemindahan lokasi pertandingan dari Stadion Sultan Agung, Bantul ke Gianyar membuat tim kehilangan keuntungan bermain di kandang sendiri.

Van Gastel tak menutupi rasa kecewanya karena timnya gagal tampil di hadapan suporter setia.

“Mengecewakan pertandingan ini tidak bisa digelar di Yogyakarta. Ini sebenarnya adalah momen yang sudah lama ditunggu untuk melawan tim besar seperti Persija,” ujar pelatih asal Belanda itu lagi.

Meski demikian, PSIM dituntut tetap fokus menghadapi situasi yang ada. Bermain di venue netral membuat mereka harus cepat beradaptasi demi menjaga peluang meraih hasil positif sekaligus menghentikan tren buruk.

Duel kontra Persija Jakarta pun menjadi ujian sesungguhnya bagi Laskar Mataram untuk membuktikan bahwa mereka masih layak bersaing dan mampu kembali ke jalur kemenangan.

Load More