- BRI melalui program BRInita memberdayakan perempuan di Indonesia dengan memanfaatkan lahan terbatas untuk kegiatan pertanian perkotaan produktif.
- Program yang diluncurkan sejak 2022 ini memberikan bantuan infrastruktur, pelatihan teknis, serta metode budidaya modern kepada masyarakat.
- Inisiatif ini berhasil melibatkan 1.351 individu di 40 titik lokasi, meningkatkan IPM perempuan, serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Suara.com - Peran perempuan dalam konstelasi sosial dan ekonomi di Indonesia kini mengalami pergeseran paradigma yang cukup signifikan.
Tidak lagi terbatas pada ranah domestik, perempuan modern telah bertransformasi menjadi motor penggerak utama dalam pembangunan komunitas dan kontributor nyata bagi stabilitas ekonomi nasional.
Fenomena ini ditangkap secara jeli oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sebagai peluang besar untuk memperkuat ketahanan nasional melalui pemberdayaan masyarakat.
Melalui payung Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk BRI Peduli, perseroan menghadirkan inisiatif Program BRInita atau "BRI Bertani di Kota".
Program ini bukan sekadar aktivitas menanam biasa, melainkan sebuah desain strategis yang bertujuan mendorong kaum perempuan agar lebih aktif, produktif, dan mandiri secara finansial melalui pemanfaatan ruang publik yang terbatas.
Salah satu tantangan terbesar masyarakat urban saat ini adalah minimnya lahan terbuka untuk kegiatan produktif.
Program BRInita hadir memberikan solusi teknis dengan menyediakan bantuan pembangunan sarana pertanian perkotaan, termasuk fasilitas greenhouse atau rumah tanaman yang representatif.
Fasilitas ini dirancang khusus untuk mendukung berbagai metode budidaya modern yang hemat tempat namun memiliki produktivitas tinggi.
Setidaknya ada tiga metode utama yang diperkenalkan kepada kelompok perempuan peserta program:
Baca Juga: Perempuan Dominasi Posisi Strategis di BRI, Bukti Nyata Kesetaraan di Sektor Perbankan
- Vertikultur: Teknik tanam bertingkat dengan menggunakan media paralon atau botol bekas, yang sangat efektif untuk rumah tangga dengan teras sempit.
- Hidroponik: Budidaya tanaman yang mengandalkan sirkulasi air dan nutrisi tanpa tanah, memastikan hasil panen lebih bersih dan higienis.
- Wall Gardening: Memanfaatkan dinding-dinding bangunan sebagai media tanam vertikal untuk tanaman hias maupun konsumsi.
Metode-metode ini memungkinkan pengembangan berbagai komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi, mulai dari sayuran segar, buah-buahan, bunga, hingga Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
BRI Peduli juga tidak hanya memberikan infrastruktur fisik, tetapi juga membekali peserta dengan pelatihan intensif bersama tenaga ahli agar pengelolaan kebun dapat berjalan secara profesional dan berkelanjutan.
Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2022, dampak nyata dari Program BRInita telah melampaui sekadar ketersediaan sayuran gratis bagi warga.
Data mencatat bahwa program ini telah memberdayakan 40 kelompok masyarakat di 40 titik ruang terbuka hijau yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan melibatkan setidaknya 1.351 individu.
Pencapaian yang paling menonjol adalah kontribusi program ini sebesar 47% dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya bagi perempuan yang terlibat aktif.
Hal ini membuktikan bahwa pemberdayaan berbasis komunitas mampu meningkatkan kualitas hidup, baik dari sisi kesehatan melalui konsumsi pangan bergizi, maupun dari sisi ekonomi melalui hasil panen yang dapat dijual kembali.
Berita Terkait
-
Alasan BRI Jadi Bank Terbaik Dunia 2026 Versi Forbes
-
Persib Bandung Resmi Layangkan Surat Protes Usai Laga Kontra Dewa United, Ini Isinya
-
Jelang Persib Bandung vs Arema FC, Bojan Hodak Soroti Lini Depan Singo Edan
-
Bojan Hodak Buka Kartu: Begini Kondisi Terkini Skuad Persib Jelang Duel Kontra Arema FC
-
25 Peluang Terbuang, Persija Gagal Menang! Mauricio Souza Naik Pitam
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!
-
Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard
-
Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani
-
Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat
-
Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini
-
Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik
-
Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas
-
Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100
-
Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?
-
Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup