Bri / News
Kamis, 23 April 2026 | 18:54 WIB
(Dok: BRI)
Baca 10 detik
  • PT Bank Rakyat Indonesia membagikan dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun dalam RUPST pada Jumat, 10 April 2026.
  • Besaran dividen tersebut berasal dari laba bersih konsolidasian tahun 2025 yang mencapai angka Rp57,132 triliun secara keseluruhan.
  • BRI tetap memiliki permodalan dan likuiditas solid untuk mendukung target pertumbuhan penyaluran kredit UMKM tahun 2026 mendatang.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali membuktikan posisinya sebagai salah satu emiten perbankan paling royal bagi para investornya.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang berlangsung pada Jumat (10/4/2026), bank pelat merah ini memutuskan untuk membagikan total dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun dari laba tahun buku 2025.

Nilai fantastis tersebut setara dengan Rp346,00 per lembar saham. Perlu dicatat bagi para investor bahwa angka ini merupakan akumulasi total, di mana BRI sebelumnya telah membayarkan dividen interim sebesar Rp137 per saham atau senilai Rp20,6 triliun pada pertengahan Januari 2026 lalu.

Sisa dari total dividen tersebut akan segera didistribusikan kepada pemegang saham sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

Keputusan besar ini diambil berdasarkan capaian laba bersih konsolidasian Perseroan sepanjang tahun 2025 yang menembus angka Rp57,132 triliun.

Dari total laba tersebut, jumlah yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp56,65 triliun.

Alokasi dividen yang tinggi ini menunjukkan kepercayaan diri manajemen terhadap kekuatan fundamental perusahaan di tengah dinamika ekonomi global.

Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, menjelaskan bahwa pembagian laba yang optimal ini tidak dilakukan secara gegabah.

Menurutnya, perusahaan tetap mengedepankan keseimbangan antara pengembalian nilai kepada pemegang saham dan kebutuhan modal untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Baca Juga: 25 Peluang Terbuang, Persija Gagal Menang! Mauricio Souza Naik Pitam

Hingga tutup tahun 2025, BRI mencatatkan posisi ekuitas yang sangat tebal, mencapai Rp330,9 triliun atau tumbuh 2,4% secara tahunan (year-on-year).

Pertumbuhan ekuitas yang konsisten ini menjadi bukti kemampuan bank dalam mencetak profit berkelanjutan, bahkan setelah memperhitungkan seluruh kewajiban pembagian dividen sepanjang tahun berjalan.

Achmad menegaskan bahwa permodalan bank tetap dalam kondisi prima. Hal ini terlihat dari rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) konsolidasi yang berada di level 26,63%, serta CAR bank only sebesar 23,52%.

Angka ini jauh melampaui ambang batas minimal yang ditetapkan oleh regulator, memberikan ruang napas yang sangat lega bagi BRI untuk tetap ekspansif.

“Dengan likuiditas dan permodalan yang solid, BRI memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Kamis (23/4/2026).

Selain modal yang kuat, indikator likuiditas BRI juga menunjukkan performa yang sangat sehat. Liquidity Coverage Ratio (LCR) perusahaan tercatat sebesar 136,9% dengan Net Stable Funding Ratio (NSFR) di angka 117,7%.

Load More