- Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan komitmen penerapan prinsip perbankan hati-hati guna memitigasi risiko portofolio kredit perusahaan.
- BRI fokus menyalurkan kredit pada sektor UMKM yang memiliki ketahanan lebih baik dibandingkan segmen korporasi berskala besar.
- Melalui manajemen risiko disiplin, BRI mencatatkan laba bersih Rp15,5 triliun pada kuartal I 2026 dengan kualitas aset terjaga.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menegaskan komitmennya untuk menjalankan praktik perbankan yang hati-hati guna memitigasi potensi risiko pada portofolio kreditnya.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, memberikan kepastian bahwa perseroan terus memantau dinamika global secara mendalam.
Salah satu alasan utama di balik optimisme BRI terletak pada struktur bisnisnya yang unik. Berbeda dengan bank yang menitikberatkan pada penyaluran kredit korporasi besar, BRI memiliki basis kekuatan di segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Segmen ini dinilai memiliki tingkat resiliensi atau ketahanan yang jauh lebih baik karena sifatnya yang granular atau tersebar dalam jumlah kecil namun masif.
Hery Gunardi menjelaskan perbedaan mendasar antara kredit UMKM dan korporasi dalam hal risiko konsentrasi.
“Dan jumlahnya juga kecil-kecil ya, beda dengan korporasi kalau satu loan itu bisa triliunan, ini kan tidak terlalu besar,” ujar Hery dalam Taklimat Media Kinerja Keuangan BRI Kuartal I 2026 yang digelar secara daring di Jakarta, Kamis.
Meski memiliki basis UMKM yang kuat, BRI tidak lantas mengabaikan risiko sektoral. Pihak manajemen memastikan tetap melakukan pengawasan yang sangat ketat terhadap bidang usaha yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap dinamika global. Fluktuasi harga energi dan ketidakpastian nilai tukar rupiah merupakan dua variabel utama yang diperhatikan secara intensif.
Hery merinci beberapa sektor yang kini masuk dalam daftar pantauan prioritas perseroan. Hal ini dilakukan agar bank dapat segera mengambil langkah antisipatif jika terjadi pemburukan kondisi ekonomi pada sektor terkait.
“Seperti sektor yang berkaitan dengan komoditas ekspor misalnya, kemudian sektor yang terdampak langsung oleh fluktuasi, energi, dan juga nilai tukar. Ini juga menjadi perhatian kita,” ujar Hery.
Baca Juga: Belanja Hemat di Akhir Bulan, Ada Promo Sogo Payday Deals Bersama BRI
Hingga saat ini, kualitas aset BRI dilaporkan tetap dalam kondisi sehat. Rasio Non Performing Loan (NPL) tercatat stabil, sementara Loan at Risk (LAR) secara konsisten menunjukkan arah perbaikan. Capaian ini diklaim sebagai buah dari penerapan manajemen risiko yang disiplin dan terukur di setiap lini bisnis.
Strategi selective growth atau pertumbuhan selektif menjadi pedoman bagi tim bisnis di lapangan. BRI tidak sekadar mengejar volume pertumbuhan, tetapi lebih memprioritaskan kualitas debitur melalui penguatan early warning signal atau sinyal peringatan dini. Peran manajemen risiko kini ditempatkan di garda terdepan sebelum sebuah keputusan bisnis diambil.
“Jadi kita juga menempatkan peran manajemen risiko itu ada di depan ya. Manajemen risiko tentunya di awal akan menentukan RAC (Risk Acceptance Criteria). Jadi bisnis itu akan masuk ke segmen mana saja, kemudian sub segmen mana saja dengan RAC yang terukur dan terjaga,” ujar Hery.
Ke depannya, BRI memastikan akan terus mengedepankan prinsip prudential banking serta tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Keseimbangan antara agresivitas pertumbuhan bisnis dan menjaga kualitas aset menjadi target utama perseroan dalam sisa tahun buku 2026.
Ketangguhan strategi ini tercermin nyata dalam laporan keuangan Triwulan I 2026. BRI sukses membukukan laba bersih senilai Rp15,5 triliun, atau tumbuh sebesar 13,74 persen secara year-on-year (yoy). Pencapaian ini didorong oleh dua faktor utama: optimalisasi pendapatan dan efisiensi biaya.
Pendapatan bunga perseroan tumbuh positif sebesar 5,94 persen (yoy) mencapai angka Rp52,83 triliun. Namun, yang menarik perhatian adalah kemampuan BRI dalam menekan beban bunga hingga turun signifikan sebesar 9,31 persen menjadi Rp12,68 triliun.
Penurunan beban bunga ini secara langsung memperlebar margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM), yang memberikan ruang profitabilitas lebih luas bagi bank di tengah tren suku bunga tinggi.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Kewajiban, Label Halal Kini Jadi Senjata Ampuh Dongkrak Nilai Jual Industri
-
BRI Pertahankan Kinerja Solid, Laba Bersih Melesat13,7% Jadi Rp15,5 triliun di Triwulan I 2026
-
UMKM Cibadak Naik Kelas! BRI Kucurkan Dana Rp107 Miliar Dukung Ekonomi Daerah
-
BRI Cetak Laba Rp15,5 Triliun pada Triwulan I 2026, Total Kredit Rp1.562 Triliun
-
Belanja Gentle Woman di Mall Kelapa Gading Lebih Hemat! Ada Cashback dari BRI
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!
-
Bela Prabowo, Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh
-
Geger! Penemuan Mayat Terendam di Cianjur, Berawal dari Sepasang Sepatu Bot
-
BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah
-
Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini
-
Bulog Edukasi Masyarakat Kenali Mutu Beras, Pastikan Masyarakat Mendapatkan Informasi Tepat
-
Lari Sambil Selamatkan Bumi, PLN Electric Run 2026 Punya Misi Pangkas 24 Ton Emisi Karbon
-
Menteri Ekraf Melihat Langsung Dapur Kreatif Industri Kecantikan di Malang