Bisnis / Makro
Kamis, 30 April 2026 | 17:15 WIB
Ilustrasi logo halal dan sertifikasi halal. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Sertifikasi halal kini jadi strategi value added untuk tingkatkan daya saing industri nasional.
  • Halal adalah bentuk kepuasan pelanggan dan instrumen branding ekonomi modern.
  • Produk rumah tangga mulai sasar label halal guna beri rasa aman bagi 240 juta warga Muslim.

Suara.com - Sertifikasi halal di Indonesia kini mengalami pergeseran paradigma yang signifikan. Tak lagi sekadar pemenuhan regulasi atau kewajiban administratif, label halal telah menjelma menjadi instrumen ekonomi baru dan strategi value added (nilai tambah) yang krusial bagi daya saing industri nasional.

Di tengah populasi Muslim Indonesia yang mencapai lebih dari 240 juta jiwa atau sekitar 87 persen dari total penduduk, pasar halal nasional kini menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Peluang inilah yang ditangkap pelaku usaha untuk memperkuat loyalitas konsumen sekaligus memperluas ekspansi pasar.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa sertifikasi halal kini menjadi pembeda di tengah ketatnya persaingan pasar. Ia mencontohkan bagaimana produk non-konsumsi, seperti karbol lantai, kini mulai berbondong-bondong mencari sertifikasi halal.

"Saya ambil contoh tadi soal karbol lantai (bersertifikat halal), akhirnya sekarang banyak pada ngikutin. Kenapa? Karena ketika satu produk berlabel halal, ini menambah nilai jual. Namanya value added, menambah nilai jual. Jadi ya industri persaingan kan seperti itu," ujar Haikal kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Haikal menekankan agar publik dan pelaku usaha memaknai halal lebih luas, yakni sebagai bagian dari kenyamanan konsumen. "Halal itu customer satisfaction. Halal itu kepuasan pelanggan, ketenteraman, kenyamanan, dan loyalitas," jelasnya.

Tren ini pun mulai merambah sektor nontradisional. Salah satunya ditunjukkan oleh PT Indo Surya Kencana melalui merek Sanex. Perusahaan ini baru saja mengantongi sertifikasi halal untuk 60 produk rumah tangga, mulai dari dispenser, kompor, hingga teko listrik.

Head of Marketing PT Indo Surya Kencana, Randhika Curana, mengungkapkan langkah ini adalah komitmen perusahaan menjawab kebutuhan konsumen Indonesia. "Kami ingin memberikan ketenangan bagi konsumen dalam menggunakan produk Sanex sehari-hari," kata Randhika.

Load More