- Sertifikasi halal kini jadi strategi value added untuk tingkatkan daya saing industri nasional.
- Halal adalah bentuk kepuasan pelanggan dan instrumen branding ekonomi modern.
- Produk rumah tangga mulai sasar label halal guna beri rasa aman bagi 240 juta warga Muslim.
Suara.com - Sertifikasi halal di Indonesia kini mengalami pergeseran paradigma yang signifikan. Tak lagi sekadar pemenuhan regulasi atau kewajiban administratif, label halal telah menjelma menjadi instrumen ekonomi baru dan strategi value added (nilai tambah) yang krusial bagi daya saing industri nasional.
Di tengah populasi Muslim Indonesia yang mencapai lebih dari 240 juta jiwa atau sekitar 87 persen dari total penduduk, pasar halal nasional kini menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Peluang inilah yang ditangkap pelaku usaha untuk memperkuat loyalitas konsumen sekaligus memperluas ekspansi pasar.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa sertifikasi halal kini menjadi pembeda di tengah ketatnya persaingan pasar. Ia mencontohkan bagaimana produk non-konsumsi, seperti karbol lantai, kini mulai berbondong-bondong mencari sertifikasi halal.
"Saya ambil contoh tadi soal karbol lantai (bersertifikat halal), akhirnya sekarang banyak pada ngikutin. Kenapa? Karena ketika satu produk berlabel halal, ini menambah nilai jual. Namanya value added, menambah nilai jual. Jadi ya industri persaingan kan seperti itu," ujar Haikal kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Haikal menekankan agar publik dan pelaku usaha memaknai halal lebih luas, yakni sebagai bagian dari kenyamanan konsumen. "Halal itu customer satisfaction. Halal itu kepuasan pelanggan, ketenteraman, kenyamanan, dan loyalitas," jelasnya.
Tren ini pun mulai merambah sektor nontradisional. Salah satunya ditunjukkan oleh PT Indo Surya Kencana melalui merek Sanex. Perusahaan ini baru saja mengantongi sertifikasi halal untuk 60 produk rumah tangga, mulai dari dispenser, kompor, hingga teko listrik.
Head of Marketing PT Indo Surya Kencana, Randhika Curana, mengungkapkan langkah ini adalah komitmen perusahaan menjawab kebutuhan konsumen Indonesia. "Kami ingin memberikan ketenangan bagi konsumen dalam menggunakan produk Sanex sehari-hari," kata Randhika.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
-
Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak
-
Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK
-
DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu
-
DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan