Bri / News
Selasa, 19 Mei 2026 | 19:45 WIB
Sepanjang periode Januari hingga Maret 2026, BRI telah mengucurkan KUR senilai Rp47,09 triliun kepada sekitar 947 ribu nasabah. [BRI]
Baca 10 detik
  • BRI menyalurkan KUR sebesar Rp4,272 triliun di wilayah Bali dan Nusa Tenggara per April 2026 untuk produktivitas debitur.
  • Bank BRI menjalankan program Desa Brilian serta klasterisasi usaha untuk memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku UMKM daerah.
  • BRI mendorong debitur meningkatkan literasi digital melalui penggunaan platform e-commerce agar mampu bersaing di pasar skala nasional.

Suara.com - Menanggapi tingginya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menembus Rp4,272 triliun di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) per April 2026, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menegaskan pentingnya aspek pendampingan finansial.

BRI tidak ingin kucuran permodalan berjalan tanpa adanya peningkatan kapasitas usaha yang nyata di tingkat akar rumput.

Regional Micro Banking Head BRI Region Denpasar, Anto Ariyanto, menegaskan bahwa perbankan memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal produktivitas debitur.

Langkah ini diimplementasikan agar dana stimulus dari pemerintah mampu membuka lapangan kerja baru serta memperkuat struktur ekonomi daerah.

“Kredit itu bukan hanya sekadar untuk modalnya dia saja, tapi untuk mengembangkan usahanya. Beberapa hal yang kami lakukan seperti program Desa Brilian di mana kita melakukan pembinaan UMKM, klaster agen, dan desa itu menjadi partner untuk pengembangan usaha-usaha di berbagai sektor seperti pertanian,” jelas Anto.

Pada tahun ini, tim inkubasi dari Regional Office 17 Denpasar menargetkan untuk mengintegrasikan 86 desa ke dalam program Desa Brilian.

Hingga pertengahan Mei 2026, proses kurasi ketat telah berhasil menyaring 18 desa yang siap dikoordinasikan menjadi pusat percontohan ekonomi berbasis komunitas.

Selain pemberdayaan desa, strategi proteksi dan pengembangan bisnis dilakukan melalui skema klasterisasi usaha. Menurut Anto, pengelompokan pelaku usaha yang bergerak di bidang atau komoditas yang sejenis sangat krusial untuk memangkas hambatan usaha.

Melalui klasterisasi, akses pasar terbuktikan menjadi lebih efisien dan memudahkan perbankan memberikan intervensi pembinaan yang tepat guna.

Baca Juga: Eks Gelandang FC Utrecht Wanti-wanti Persib Soal Laga Pamungkas Menuju Juara, Ada Apa?

“Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, kami juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan,” tuturnya.

Sebagai langkah mitigasi terhadap perubahan perilaku konsumen, BRI Regional Office Denpasar secara berkala mengedukasi para pelaku UMKM untuk meningkatkan literasi digital (melek digital).

Para debitur KUR didorong untuk mulai mengoptimalkan penggunaan platform penjualan elektronik (e-commerce) serta sistem pembayaran nontunai.

Infrastruktur teknologi ini disiapkan agar jangkauan pasar pelaku usaha daerah tidak lagi terbatas secara geografis, melainkan mampu bersaing di kancah nasional.

Pihak perbankan menyatakan pintu pengajuan administrasi KUR 2026 masih terbuka lebar bagi unit usaha produktif yang dinilai layak (feasible) guna menghabiskan sisa plafon anggaran tahunan yang ditargetkan mencapai Rp10 triliun.


 

Load More