Bri / News
Rabu, 22 Juli 2026 | 21:03 WIB
Gedung BRI. (Dok: BRI)
Baca 10 detik
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk meraih peringkat ke-132 dalam daftar Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker.
  • Pencapaian internasional tersebut didedikasikan kepada nasabah, pekerja, serta pelaku UMKM yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
  • Direktur Utama BRI Hery Gunardi berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM dan transformasi digital untuk akselerasi inklusi keuangan nasional.

Suara.com - Keberhasilan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menembus peringkat ke-132 dalam jajaran Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker tidak hanya bermakna sebagai pencapaian korporasi semata.

Di balik angka-angka fantastis yang dilaporkan di tingkat global tersebut, terdapat dedikasi panjang perseroan dalam melayani dan memberdayakan sektor ekonomi kerakyatan hingga ke pelosok negeri.

Prestasi bergengsi yang menyejajarkan BRI dengan bank-bank top dunia seperti Citigroup dan Bank of America ini menjadi pembuktian bahwa fokus pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan yang diperhitungkan di kancah internasional.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengapresiasi kerja keras seluruh elemen yang terlibat dalam mata rantai bisnis perseroan. Ia menegaskan bahwa tonggak sejarah pemeringkatan dari lembaga terafiliasi Financial Times Group ini merupakan buah dari kepercayaan masyarakat akar rumput.

“Pengakuan ini kami dedikasikan kepada seluruh nasabah, pelaku UMKM, dan seluruh pekerja BRI. Kepercayaan serta kontribusi mereka menjadi fondasi bagi BRI untuk terusbertumbuh, bertransformasi, dan menghadirkan manfaat ekonomi maupun sosial yang semakin luas bagi masyarakat,” pungkasnya.

Menatap masa depan, BRI berkomitmen penuh untuk menjadikan momentum penghargaan internasional ini sebagai katalis pertumbuhan.

Melalui semangat transformasi BRIvolution Reignite, perseroan akan semakin agresif dalam memperkuat perannya sebagai institusi keuangan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan, menjadikan UMKM sebagai episentrum pengembangan bisnis.

Strategi yang akan diusung adalah memperkokoh ekosistem UMKM secara holistik dan terintegrasi dari hulu ke hilir (end-to-end).

Langkah strategis tersebut mencakup penyediaan akses pembiayaan yang lebih luas, program pendampingan usaha yang komprehensif, hingga integrasi para pelaku UMKM dengan pasar dan rantai pasok ekosistem digital.

Baca Juga: JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Target Harga Saham Tinggi

"Kekuatan fundamental yang terus kami bangun menjadi modal penting bagi BRI untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Kami optimistis momentumpositif ini akan terus berlanjut melalui penguatan digitalisasi, penerapan manajemen risiko yang disiplin, serta fokus pada penciptaan nilai (value creation) yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Hery.

Dengan fondasi strategi tersebut, BRI meyakini bahwa akselerasi inklusi keuangan akan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Harmonisasi antara permodalan yang masif, digitalisasi layanan yang andal, serta pembinaan langsung kepada pelaku UMKM diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin inklusif, tangguh, dan berdaya saing tinggi di masa mendatang.

Load More