SuaraCianjur.id,- Siapa yang tidak kenal kawasan Jalan Braga Kota Bandung. Ya, Braga adalah salah satu bukti sejarah yang ikonik karena meninggalkan banyak bangunan bersejarah. Di masa sekarang ini, Braga menjadi salah satu pusat wisata para seniman yang wajib dikunjungi di Kota Bandung.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Kesenian Kota Bandung, Rahmat Jabaril seusai acara Diskusi Pameran Pulau Emas.
Menurut Rahmat, kondisi Braga mulai berubah sejak Abah Ropih, tokoh seniman Kota Bandung menginisiasi trotoar sebagai display karya lukisan para seniman di tahun 2.000.
"Akhirnya dari sana (Braga) jadi punya daya tarik tersendiri. Malah banyak orang yang ikut berkarya dan berjualan di sana, sehingga terbangun suasana lain tentang Jalan Braga," kata Rahmat.
Hadirnya para seniman lukisan di Braga berdampak pada munculnya bentuk ekonomi kreatif lain, seperti fotografi dan kuliner.
Selain itu, Rahmat mengatakan, Abah Ropih ingin menjadikan Braga sebagai tempat pembelajaran seni.
"Keinginan Abah Ropih, Jalan Braga bisa menjadi perguruan seni tidak langsung, seperti 'universitas terbuka'. Semua orang bisa belajar di sana dengan para senior. Siapa pun boleh belajar dan berjualan," kata dia.
Bagi Rahmat, Abah Ropih merupakan salah satu tokoh seniman yang multitalent. Abah Ropih tak hanya fokus pada seni rupa, tapi juga mengeksplorasi seni lainnya. Mulai dari musik, seni tradisional, sehingga bisa merangkul semua seniman di Kota Bandung. Selain sebagai pelukis, Abah Ropih juga penggagas ruang kreatif di Jalan Braga.
"Dulu, tidak begitu banyak cafe di Braga, paling adanya toko buku. Apalagi kalau ke arah Braga Selatan, itu justru banyak toko yang tutup. Sekarang mulai banyak cafe di daerah sana sejak mulai ramainya lukisan yang berjualan di sekitarnya," ucapnya.
Baca Juga: Inilah Cara Terbaik untuk Menghindari Penyebaran Cacar Monyet
Ia mengaku, orang luar Bandung mengenal Braga sebagai kawasan seni, terutama seni lukis. Sehingga, jika ada yang ingin membeli karya lukis, mereka tahu tempat yang paling tepat, yakni Braga.
"Braga ini dijadikan sebagai jalan seni, menjadi aset wisata Kota Bandung. Tinggal bagaimana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bisa memperluas kolaborasi dengan dan memfasilitasi para seniman untuk bisa menghidupkan usaha di kawasan Braga," jelasnya.
Ia menambahkan, pendapatan daerah Kota Bandung sebagian besar merupakan dari hasil kreativitas masyarakat yang bernilai seni.
Sehingga Kota Bandung dikenal masyarakat luas sebagai pusatnya para seniman. Bahkan, banyak seniman Kota Bandung yang menginspirasi terciptanya festival besar di kota-kota lain.
"Kita juga berharap, setiap tahun Pemkot bisa mengadakan festival seni. Misalnya setiap Desember ada festival seni di Braga, mulai dari seni tradisional sampai ke seni kontemporer," tuturnya.
"Bisa menciptakan branding kalau braga itu semacam barometer kesenian di Kota Bandung," imbuh Rahmat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Marc Klok Persilakan Bobotoh Hadir, Jakmania Layangkan Protes Keras ke Erick Thohir
-
Tak Perlu Brand Luar! Ini 5 Sepatu Lokal Paling Ikonik yang Wajib Ada di Rak Anda
-
4 Padu Padan OOTD Outerwear ala Seonghyeon CORTIS, Buat Look Makin Chill
-
Persija Punya Modal Berharga Buat Bongkar Pertahanan Persib Bandung
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Donald Trump Serang FIFA: Harga Tiket Piala Dunia 2026 Kemahalan!
-
VIDA Luncurkan ID FraudShield, Teknologi AI untuk Deteksi Penipuan Identitas dan Deepfake
-
Pakar UGM Tolak Kampus Ikut Kelola MBG, Khawatir Perguruan Tinggi Kehilangan Independensi
-
Ini yang Perlu Diketahui Soal Subsidi Motor Listrik 2026: Syaratnya Apa dan Mulai Kapan?
-
Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati