/
Selasa, 16 Agustus 2022 | 11:25 WIB
Komnas HAM ; Rumah Dinas Ferdy Sambo (FOTO ISTIMEWA) (Suara.com/Alfian Winanto)

SuaraCianjur.Id,- Sebelum kejadian Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengungkapkan adanya pembicaraan intens empat mata, dalam rentan waktu selama kurang lebih satu jam lamanya, antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Hal ini sebelum terjadinya pembunuhan terhadap Brigadir J, awalnya disebut di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Namun kini diakui saat di Magelang.

“Ada komunikasi ya. Antara Pak Sambo dengan Bu Sambo sehingga memang mempengaruhi, sangat mempengaruhi peristiwa di TKP,” ujar Choirul Anam, Jumat (12/8/2022) kemarin seperti dilansir dari kanal YouTube Komnas HAM RI.

Pihak Komnas HAM mengatakan juga sudah mengantongi rekaman video dengan durasi lebih dari sejam.

Namun Choirul enggan merinci apa isi dari pembicaraan empat mata tersebut, termasuk isi dari video.

Maka dari itu, dengan adanya tambahan temuan fakta baru, kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat mulai menemukan titik terang. Terkini Komnas HAM juga sedang mendalami keterangan dari Putri Candrawathi. Menurut mereka sosok istri Ferdy Sambo itu bisa menjadi kunci agar kasus ini semakin terang.

Namun sayang hingga kini Putri Candrawathi masih sulit dimintai keterangan karena kondisi psikologis yang masih labil.

"Apa yang dia ketahui terhadap penembakan Yosua," sambung Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, Sabtu (13/8).

Hingga kini Komnas HAM masih menunggu waktu yang tepat melakukan pemeriksaan kepada Putri Candrawathi.

Baca Juga: DPRD dan Pemkab Purwakarta Sampaikan Dua Raperda Hasil Inisiasi dan Usulan Dalam Rapat Paripurna

Sumber:Suara.com

Load More