SuaraCianjur.id- Pemilihan celana dalam bagi kaum wanita tidak bisa sembarangan. Meski banyak model celana dalam yang unik dan menarik, tapi kita harus bisa memilihnya demi kenyamanan dan kesehatan vagina.
Sebab, jika salah memilih area vagina bisa mengalami lecet atau iritasi kulit bahkan memengaruhi kesuburan wanita.
Nah untuk meminimalisir akibat yang membahayakan tersebut agar lebih nyaman dan lebih sehat maka Anda perlu memiliih celana dalam dengan beberapa pertimbangan berikut ini:
1. Bahan yang Tepat
Bahan pakaian terbaik adalah pakaian dengan bahan katun. Di samping bahannya yang lembut dan nyaman dipakai, bahan ini baik dari segi kesehatan.
Katun adalah bahan penyerap keringat yang baik, jadi dapat mengurangi dan mencegah risiko masalah kulit seperti ruam kulit dan infeksi jamur.
Nah, jika Anda memiliki kulit yang sensitif hindari pemakaian celana dalam yang berbahan sintetis seperti nilon, lycra, spandeks, dan polyester.
Sebab bahannya lebih panas dan bisa memicu keringat sehingga risiko masalah kulit seperti ruam dan iritasi meningkat.
2. Pilih Ukuran yang Pas
Baca Juga: 4 Cara Atasi Telapak Tangan Kasar dan Kering
Jangan pilih celana dalam yang berukuran terlalu ketat dan terlalu longgar.
Sebab bisa memicu gesekan pada kulit dan memicu iritasi ringan. Selain itu bisa memicu kondisi lembap yang mengakibatkan infeksi jamur.
3. Hindari yang Berenda
Model renda ini memang terlihat lucu dan unik. Namun, untuk penggunaan seharii-hari lebih baik dihindari saja.
Celana dalam bermodel renda bisa memicu gesekan pada kulit yang mnegakibatkan iritasi.
4. Hindari Model G-String
Bahan g-string yang sintetis dan ketat dapat memicu peradangan serta luka pada rektum.
Boleh saja menggunakannya dalam kondisi-kondisi tertentu, namun untuk celana dalam harian lebih baik dihindari.
5. Sesuaikan Model Celana dalam dengan Kondisi Pribadi
Terdapat beberapa macam atau jenis celana dalam wanita yang khusus digunakan dalam kondisi tertentu.
Ada celana dalam khusus menstruasi, hamil, hingga menopause.
Model-model tersebut menyesuaikan kondisi vagina pada masa-masa reproduksi tersebut.
sumber: hellosehat.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Menanti THR Ramadan 2026: Kapan Dibayar, Siapa Berhak, dan Bagaimana Jika Tak Cair?
-
7 HP Snapdragon Terbaik: Budget Minim, Spek Maksimal
-
Bikin Tanah Abang Macet, Mobil Parkir Liar 'Digulung' Satlantas dan Dishub
-
Review Konser Josh Groban di Jakarta: Suguhan Megah 'Hidden Gems' di Momen Valentine
-
Andik Vermansah Sarankan Satu Nama untuk John Herdman
-
Sinopsis The Art of Sarah, Rahasia Besar dari Kaum Elite di Seoul
-
2 Menu Sahur Sederhana dan Bergizi agar Puasa Tetap Bertenaga
-
Pemain Keturunan Solo-Bandung Ini Diprediksi Bakal Jadi Bintang Baru di MLS, Penerus Maarten Paes
-
Prabowo Bertolak ke Washington, Siap Bertemu Trump Bahas Tarif Impor dan Kerja Sama Strategis
-
Film Waru: Sebuah Perjanjian Pesugihan Berdarah yang Mematikan!