/
Rabu, 24 Agustus 2022 | 14:14 WIB
Vagina, organ intim, miss V (Pixabay/silviarita)

SuaraCianjur.id- Pemilihan celana dalam bagi kaum wanita tidak bisa sembarangan. Meski banyak model celana dalam yang unik dan menarik, tapi kita harus bisa memilihnya demi kenyamanan dan kesehatan vagina.

Sebab, jika salah memilih area vagina bisa mengalami lecet atau iritasi kulit bahkan memengaruhi kesuburan wanita.

Nah untuk meminimalisir akibat yang membahayakan tersebut agar lebih nyaman dan lebih sehat maka Anda perlu memiliih celana dalam dengan beberapa pertimbangan berikut ini:

1. Bahan yang Tepat

Bahan pakaian terbaik adalah pakaian dengan bahan katun. Di samping bahannya yang lembut dan nyaman dipakai, bahan ini baik dari segi kesehatan.

Katun adalah bahan penyerap keringat yang baik, jadi dapat mengurangi dan mencegah risiko masalah kulit seperti ruam kulit dan infeksi jamur.

Nah, jika Anda memiliki kulit yang sensitif hindari pemakaian celana dalam yang berbahan sintetis seperti nilon, lycra, spandeks, dan polyester.

Sebab bahannya lebih panas dan bisa memicu keringat sehingga risiko masalah kulit seperti ruam dan iritasi meningkat.

2. Pilih Ukuran yang Pas

Baca Juga: 4 Cara Atasi Telapak Tangan Kasar dan Kering

Jangan pilih celana dalam yang berukuran terlalu ketat dan terlalu longgar.

Sebab bisa memicu gesekan pada kulit dan memicu iritasi ringan. Selain itu bisa memicu kondisi lembap yang mengakibatkan infeksi jamur.

3. Hindari yang Berenda

Model renda ini memang terlihat lucu dan unik. Namun, untuk penggunaan seharii-hari lebih baik dihindari saja.

Celana dalam bermodel renda bisa memicu gesekan pada kulit yang mnegakibatkan iritasi.

4. Hindari Model G-String

Bahan g-string yang sintetis dan ketat dapat memicu peradangan serta luka pada rektum.

Boleh saja menggunakannya dalam kondisi-kondisi tertentu, namun untuk celana dalam harian lebih baik dihindari.

5. Sesuaikan Model Celana dalam dengan Kondisi Pribadi

Terdapat beberapa macam atau jenis celana dalam wanita yang khusus digunakan dalam kondisi tertentu.

Ada celana dalam khusus menstruasi, hamil, hingga menopause.

Model-model tersebut menyesuaikan kondisi vagina pada masa-masa reproduksi tersebut.


sumber: hellosehat.com

Load More