- Menjelang Ramadan 2026, terjadi lonjakan harga komoditas pangan tertentu, sementara THR pekerja diwajibkan dibayar maksimal tujuh hari sebelum hari raya.
- Pekerja sektor informal seperti ojol tidak otomatis menerima THR; pemerintah tahun ini memberikan insentif diskon iuran JKK dan JKM.
- Pekerja dapat melapor ke posko THR Kemnaker atau Disnaker jika THR tidak dibayarkan, sebab perusahaan pelanggar dikenai sanksi administratif.
Suara.com - Menjelang bulan Ramadan 1447 H/2026 M, suasana pasar tradisional dan modern di berbagai daerah mulai dipenuhi antrean pembeli yang ingin menyiapkan kebutuhan pokok. Data pantauan harga menunjukkan lonjakan signifikan pada komoditas seperti cabai rawit, ayam potong, dan telur, sementara pasokan pangan seperti beras dan minyak goreng masih dijaga agar tetap aman.
Kenaikan permintaan tidak hanya terjadi pada bahan pangan, tetapi juga pada kebutuhan konsumtif lain, termasuk persiapan mudik, ibadah, dan pemberian zakat. Tak heran bila masyarakat menanti-nanti cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) yang menjadi harapan penting bagi jutaan pekerja.
Tambahan penghasilan ini seringkali menjadi tumpuan untuk menutup berbagai pos belanja tahunan yang melonjak di musim Ramadan dan Lebaran.
Kapan Maksimal THR Harus Diberikan?
THR diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, yang mewajibkan pengusaha membayar THR paling lambat tujuh hari sebelum hari raya.
Setiap pekerja yang telah bekerja minimal satu bulan secara terus-menerus berhak menerima THR, dengan besaran paling sedikit setara 1 bulan upah bagi yang bekerja satu tahun atau lebih, dan dihitung secara proporsional bagi yang belum genap setahun.
Perusahaan yang tidak mematuhi ketentuan ini dapat dikenai sanksi administratif, karena THR bukan sekadar bonus tetapi merupakan hak pekerja yang dilindungi hukum.
Nasib Ojol, Kurir, dan Pekerja Gig: Status Kemitraan dan Skema Bonus Hari Raya
Pekerja transportasi dan logistik berbasis aplikasi seperti ojek online (ojol) dan kurir hingga kini umumnya berstatus sebagai mitra perusahaan, bukan pekerja tetap. Status tersebut membuat mereka tidak otomatis masuk dalam skema THR sebagaimana diatur dalam regulasi ketenagakerjaan bagi pekerja formal.
Baca Juga: PLN Percepat Pembangunan SPKLU Jelang Mudik Lebaran 2026
Menjelang periode Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya, pemerintah mendorong pemberian Bonus Hari Raya (BHR) kepada mitra pengemudi dan kurir aplikasi. Sejumlah perusahaan aplikasi menyatakan memberikan insentif atau bonus dengan kriteria tertentu, namun tidak ada standar yang seragam antarplatform.
Kebijakan yang sama tidak berulang tahun ini. Pemerintah melalui Kementeria Ketenagakerjaan memilih berikam insentif berupa diskon 50 persen iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi pekerja Bukan Penerima Upah (BPU), termasuk ojol dan kurir, yang berlaku hingga Maret 2027.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas perlindungan sosial pekerja platform.
Cara Lapor Bila THR Tidak Dibayarkan
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan THR keagamaan tahun 2026 wajib dibayarkan secara penuh kepada pekerja/buruh sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk mengantisipasi pelanggaran, Kementerian Ketenagakerjaan membuka posko pengaduan THR menjelang Hari Raya.
Pekerja yang hak THR-nya tidak dipenuhi juga dapat melapor ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat di tingkat kabupaten/kota atau provinsi. Selain itu, pengaduan juga dapat disampaikan melalui kanal resmi pengawasan Kemnaker secara daring melalui posko THR dan aplikasi SIAPkerja. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti melalui mekanisme klarifikasi dan mediasi antara pekerja dan perusahaan.
Pemerintah menegaskan perusahaan yang tidak membayarkan THR sesuai aturan dapat dikenai sanksi administratif. Sanksi tersebut mencakup teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, hingga sanksi lain sesuai ketentuan yang berlaku. Kemnaker mengimbau pekerja untuk memanfaatkan kanal pengaduan resmi apabila mengalami pelanggaran hak THR.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
Terkini
-
Gercep Bangun Mobil Transparan Request Prabowo, Pindad: Tunggu Tanggal Mainya
-
Terseret Kasus Korupsi, Noel Ebenezer Ngaku Menyesal Pernah Jadi Wamenaker
-
Mau Berangkat Haji, Menkeu Purbaya Ngaku Masih Sering Lupa Doa Meski Sudah Belajar
-
DPR Dukung Pemerintah Desak PBB dan AS Segera Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel
-
Tanya Dolar ke Menkeu, Prabowo-Purbaya Ngobrol soal Fondasi Ekonomi
-
Pramono Anung Jajal Naik Ring di Kolong Flyover Pasar Rebo
-
Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M
-
Pramono Anung: Ring Tinju Redam Geng Jalanan Jakarta Timur, Saya Bangun Lagi di Kampung Melayu
-
Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky Dibekuk Bareskrim, Diduga Jadi Beking Bandar Sabu!
-
Sempat Ajukan Penundaan Pemeriksaan dalam Kasus Haji, Muhadjir Effendy Tiba-tiba Muncul di KPK