SuaraCianjur.id- Soal pernyataan dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum yang mengatakan kalau poligami sebagai satu diantara banyak solusi untuk menekan angka kasus HIV/AIDS yang meningkat belakangan ini, mendapatkan sorotan dari berbagai pihak.
Mengenai pernyataan Wagub Jabar tersebut, ada dugaan kalau Uu tengah berupaya mendongkrak popularitasnya. Hal itu ditandai dengan seringnya Uu melontarkan pernyataan-pernyataan, yang berpotensi menimbulkan polemik di tengah situasi politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
"Ya, bisa saja ada pandangan bahwa Pak Uu sekarang banyak melontarkan statement untuk meningkatkan popularitas di mata publik, kalau orang melihat agenda 2024," kata pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Firman Manan dalam sambungan telepon, Selasa (30/8/2022).
Popularitas seseorang yang dapat menunjang elektabilitasnya jika berfiat positif. Namun sebaliknya kalau popularitas itu cenderung negatif maka hal itu tidak akan tercapai.
"Popularitas itu akan menunjang elektabilitas kalau popularitas itu positif. Jadi, populer dan disukai. Sehingga kemudian harus hati hati kalau memang itu motifnya," ujar Firman mengingatkan.
Firman menilai pernyataan Uu dapat memicu polemik di masyarakat. Karena sebagian besar masyarakat banyak yang tidak setuju dengan poligami.
Dirinya mengingatkan, seharusnya Wagub Jabar sebagai pejabat publik lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, apalgi dalam ruang publik.
"Saya khawatir statement seperti ini secara normatif tidak masalah, tetapi kan beliau sebagai pejabat publik sebagai Wagub," terang Firman keterangannya kepada wartawan, Selasa (30/8/2022).
Bukan masalah benar atu tidaknya tentang pernyataan yang dilontarkan oleh wagub Jabar tersebut, namun seharusnya mengeluarkan pernyataan seperti itu harus lebih berhati-hati lagi.
Baca Juga: Filter Tiktok Ferdy Sambo Bikin Terpingkal, Dipopulerkan Artis Della Puspita dan Nikita Mirzani
"Jadi bukan masalah statement benar dan salah, statement benar tapi disampaikan di moment yang tidak tepat dan direspons negatif sebagian publik. Jadi hati-hati untuk tidak menyampaikan statement apalagi secara terbuka, yang bisa menimbulkan polemik di publik," jelasnya.
Menurut Firman, lain halnya kalau pria yang akrab disapa Uu ini menyebut kalau poligami sebagai solusi penanganan kasus HIV/AIDS pada kelompok-kelompok tertentu, seperti kelompok keagamaan yang relatif tertutup. Firman pun tidak mempersoalkannya.
"Ini kan misalnya statement (poligami) yang memang dalam pendekatan agama. Kalau disampaikan dalam forum keagamaan yang relatif tertutup, mungkin tidak ada masalah," ujarnya.
Akan tetapi berbeda dengan pernyataan poligami, sebagai solusi penanganan HIV/AIDS jika disampaikan kepada publik secara terbuka. Dengan pemahaman yang berbeda maka yang terjadi akan menimbukan polemik.
"Sampai saat ini, banyak yang tidak setuju (poligami). Intinya hati-hati menyampaikan statement ke publik, apapun tujuannya, karena beliau pejabat publik," tegasnya.
Kendati Uu memilki latar. Belakang sebagai soerang pemuka agama, namun perlu diingat jika jabatannya saat ini adalah seorang pejabat daerah di Jawa Barat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar