/
Rabu, 31 Agustus 2022 | 18:15 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto Istimewa - Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih)

SuaraCianjur.id- Hasil Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia menyebutkan jika Ridwan Kamil mendapatkan dukungan paling banyak untuk menjadi Calon wakil Presiden (Cawapres) 2024.

Dalam bursa Cawapres 2024, pria yang akrab disapa Kang Emil ini berada di urutan pertama dengan 2.225 suara atau 38,89 persen, sementara untuk urutan bursa Capres 2024 berada di urutan keenam dengan suara 296 atau 5,17 persen.

Menurut Ketua Dewan Pengarah Musra Indonesia, Andi Gani Nena Wea mengatakan,

"Basis dukungan untuk Ridwan Kamil (bursa Cawapres 2024) sangat kuat di Jawa Barat," jelas Andi, Rabu (31/8/2022).

Menguatnya nama Kang Emil dalam posisi Cawapres 2024, terlihat dalam hasil sigi terbaru Poltracking Indonesia soal capres dan cawapres jelang Pilpres 2024.

Sementara itu, Penanggung Jawab Musra, Budi Arie Setiadi menyampaikan, dalam Musra yang digelar di Bandung sebanyak 5.721 relawan, melakukan pemilihan secara elektronik atau e-voting, untuk menentukan capres dan cawapres untuk diusulkan diusung pada Pilpres 2024.

Hasilnya nama Jokowi berada di urutan teratas dipilih sebagai capres dengan angka mencapai 29,79 persen. Kemudian urutan kedua sebagai capres ada nama Sandiaga Uno dengan 16,92 persen.

Pada urutan ketiga nama Ganjar Pranowo sebanyak 16,10 persen, lalu Prabowo Subianto dengan keterpilihan 11,10 persen, dan Anies Baswedan dengan 9,2 persen termasuk Ridwan Kamil dengan 5,17 persen.

Di bawah RK, ada Puan Maharani dengan angka 4,16 persen, lalu Dedi Mulyadi dengan angka 2,87 persen, Moeldoko dengan 1,42 persen dan Andika Perkasa dengan 0,89 persen.

Baca Juga: Ernie Zakri Pelantun Lagu Gundah yang Telah Ditonton 18 Juta Kali dan Sangat Menyentuh

Pihak Musra mengklaim, para pemilih tidak semuanya dari kalangan relawan, namun juga berasal dari pelaku UMKM, Petani, Buruh. Bahkan para penyandang disabilitas pun turut ikut dalam kegiatan ini. Sebanyak 35 persen berasal dari relawan, dan 65 persen pemilih diklaim dari masyarakat umum.

Sementara iut, Ketua Panitia Nasional Musra Indonesia, Panel Barus, menegaskan acara tersebut tidak ada campur tangan atau adanya perintah dari Presiden Jokowi.

Kegiatan Musra murni tercetus dan atas inisiatif dari relawan untuk menetukan pilihan dalam memberikan dukungan di pilpres 2024.

"Jadi kalau dibilang ini perintah Jokowi musra, bukan. Ini ide kami, ini pikiran kami, ditambah lagi ada arahan beliau, ya cocok," kata Panel di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (20/8) kemarin, seperti mengutip dari Suara.com.

Load More