/
Kamis, 01 September 2022 | 10:30 WIB
Dewan meminta kepada Pemkab Cianjur lakukan deteksi dini HIV/AIDS kepada masyarakat termasuk ibu hamil. (Foto cianjur.suara.com - Veronika)

SuaraCianjur.id- Dewan Kabupaten Cianjur mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk melakukan tes HIV/AIDS kepada ibu hamil. Alasannya untuk pendeteksian dini agar bayi tidak ikut terpapar virus HIV/AIDS yang berbahaya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Deden Nasihin menjelaskan bahwa temuan bayi positif HIV/AIDS setelah terpapar sang ibu merupakan kasus yang sangat memprihatinkan.

Dirinya berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, bisa melakukan testing HIV/AIDS terutama pada ibu hamil secara giat.

“Saya harapkan bisa diperbanyak testingnya, supaya bisa terdeteksi sejak dini. Sehingga anak dari ibu hamil yang positif bisa diupayakan terhindar dari HIV/AIDS saat lahir dengan pengobatan yang terpantau,” katanya, Kamis (1/9/2022).

Semetara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Frida Laila Yahya mengatakan, di tahun 2022 pihaknya menargetkan 40.749 orang untuk pemeriksaan HIV/AIDS, dengan 40 ribu target diantaranya kepada ibu hamil.

Dalam presentase masyarakat penderita HIV/AIDS di Cianjur, penyebab terbesarnya berasal dari kaum penyuka sesama jenis (gay) sebesar 48% dari total seluruh penderita.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Cianjur, H. Hilman, menyebutkan hingga Juni 2022 jumlah penderita HIV/AIDS di Cianjur sudah terdeteksi sebanyak 109 orang.

“Persentase terbesar penderita HIV/AIDS dari kaum gay, atau lelaki suka lelaki,” ungkap Hilman, Rabu (31/8/2022).

Untuk presentase lanjutan Dinkes Cianjur akan terus melakukan pendataan terutama kepada waria, pengguna jarum suntik, dan wanita pekerja seks komersial.

Baca Juga: Terungkap! Ucapan Perintah Ferdy Sambo ke Bharada E: Cepat Woy Kau Tembak

Load More