/
Jum'at, 09 September 2022 | 16:47 WIB
Pangeran Charles (Foto Istimewa / Suara.com / Toby Melville/POOL/AFP)

SuaraCianjur.id- Takhta kerjaan Inggris kini diteruskan oleh Pangeran Charles usai wafatnya ibunda, Ratu Elizabeth II pada Kamis (8/9) kemarin.

Mahkota kerjaaan Inggris disematkan kepada Pangeran Charles dan resmi menyandang gelar sebagai Raja Charles III.

Karena telah dinobatkan sebagai raja baru, ada beberapa hal yang harus dilepaskan oleh Raja Charles III.

Sebelum dinobatkan menjadi penerus mahkota kerajaan Inggris, Raja Charles III merupakan seorang aktivis yang rajin mengkampanyekan kegiatan ramah lingkungan.

Melalui gagasannya tersebut, sebuah konsep bertajuk Pasar Berkelanjutan muncul dan menjadi sebuah purwarupa bagi bisnis-bisnis berbasis ramah lingkungan yang ada di seluruh dunia.

Namun peran itu harus dilepas oleh Raja Charles sebagai seorang pemerhati ekologi ketika dirinya sudah mengenakan mahkota kerajaan Inggris.

Richard Fitzwilliams, seorang pengamat kerajaan menilai, jika seorang Raja Inggris harus melepaskan aktivisme lingkungan yang kerap digencarkan.

"Anda tidak bisa mengharapkan dia menjadi raja yang mengampanyekan iklim. Dalam wawancara ulang tahunnya yang ke-70, Charles mengungkap bahwa dia tidak akan melakukan itu (kampanye iklim) lagi, itu bukan pekerjaannya," ujar Fitzwilliams kepada wartawan US Daily Report, Jumat (17/7/2022) seperti melansir dari Suara.com.

Ada juga peran yang harus di lepaskan oleh Raja Charles, yakni segala peran politiknya, ketika telah menggunakan mahkota kerajaan.

Baca Juga: Performa Cristiano Ronaldo Makin Memble di MU, Tapi Fenerbahce Siap Angkut dengan Gaji Besar

"Setelah menjadi raja Inggris, dia akan membacakan pidato dari tahta dan memberikan pesan Natalnya. Charles tidak akan mengurusi masalah politik atau iklim, meski pangeran mulai berkampanye tentang lingkungan selama lebih dari setengah abad," terang Fitzwilliam.

Raja Charles III banyak mengikuti kegiatan aktivisme lingkungan dan perubahan iklim. Ia kerapa menggelorakan tentang program-program menanggulangi perubahan iklim.

Mengutip dari The Times, kala itu Charles yang masih berusia 21 tahun sudah berseru terhadap perubahan iklim.

Dirinya sempat menyerukan dalam sebuah pidato soal komitmennya mengkampanyekan pengurangan jejak karbon akibat aktivitas manusia.

Laman Duchy Originals juga melansir kalau Charles punya hobi dan ketertarikan terhadap pertanian organik. Tak hanya itu, bakan Charles merilis sebuah merek produk hijau bertajuk brand Duchy Originals.

Charles juga kerap menggunakan mobil listrik di lingkungan kerajaan untuk mengurangi emisi karbon, sebagaimana yang dilansir oleh BBC.

Load More