SuaraCianjur.id- Bencana alam berupa tanah bergerak yang terjadi di Desa Bojog Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor menyebabkan belasan rumah dan puluha warga terkena dampak.
Pemkab Bogor telah menetapkan status tanggap darurat bencana di hari Kamis (15/9/2022).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ketika dikonfirmasi perihal itu, mengaku belum mendapatkan informasi soal adanya puluhan warga Desa Bojong Koneng, yang harus dievakuasi, buntut dari pergerakan tanah tersebut.
"Saya belum ada informasinya," ungkap Ridwan Kamil, di Kota Bandung, Jumat (16/9/2022).
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat dalam Analis Kebencanaan Ahli Muda Bidang Kedaruratan dan Logistik, sekaligus Koordinator Pusdalop, Hadi Rahmat Harjasasmita mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan ada 24 jiwa yang harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
"Info sementara terbaru jam 10 pagi tadi, jumlah pengungsi ada 24 jiwa dari lima Kepala Keluarga (KK) telah diungsikan ke Vila Roso Kampung Curug," ujar Hadi.
BPBD mengimbau, warga sekitar lokasi pergerakan tanah itu untuk waspada terhadap pergerakan tanah di wilayah tersebut. Terlebih kini sudah masuk musim penghujan.
"Warga menjauhi wilayah yang berpotensi bergerak, tetap waspada wilayah pergerakan masih berpotensi khususnya saat hujan," imbau pihaknya.
PIhak BPBD juga mencatat untuk wilayah Jawa Barat bagian selatan, dinilai ada potensi besar untuk terjadinya bencana alam termasuk tanah bergerak.
Kondisi di wilayah tersebut disebut labil karena, didominasi oleh area perbukitan dan membuat kontur tanah di Jawa Barat Selatan.
"Kalau pergerakan tanah itu wilayah Jabar selatan ya karena kontur berbukit, gembur subur, lalu curah hujan paling sering di sana," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Groundbreaking Irigasi di Luwu, Gubernur Sulsel: Mari Kawal Untuk Petani
-
ARTJOG 2026 Memanas! Kehadiran Didit Prabowo Batal Usai Diprotes Seniman
-
WNA India Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis di Bali
-
Jatim Deklarasikan Provinsi dengan Event Terbanyak, Sedot 30 Persen Wisatawan
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Pemprov Papua Selatan: Lahan Cetak Sawah di Merauke 48 Ribu Hektare
-
Khofifah Sambut 4.014 Pelari dari 22 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno-Welirang
-
Sulteng Belum Mandiri Fiskal, 80 Persen Bergantung Pusat
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Perbasi Surakarta 2026-2030 Dilantik, Bidik Sapu Bersih Emas Porprov Jateng 2026