Ibn Sina misalnya, pada Kitab al-Qanun fi al-Tibb (Prinsip-prinsip Kedokteran) dalam menjelaskan teknis kedokteran sangat menekankan pembinaan akhlaq. Bagi Ibn Sina, tujuan pendidikan adalah untuk menggapai ridha Allah (“education is directed toward Allah”), keuntungan materi tidak memiliki nilai apalagi dijadikan tujuan.
Derajat tertinggi keilmuan seseorang hanya bisa dicapai ketika Allah telah menganugerahkan akal suci (“Divine Spirit”) yang dengannya dia bisa memahami ilmu dengan mudah. Untuk mencapainya, pendidikan harus dimulai dari pelajaran tentang dasar-dasar agama. Ibn Sina percaya akan pentingnya pembinaan akal, fisik, dan karakter sebagai kesatuan sistem yang tidak boleh dipisahkan. Akal adalah media untuk memahami agama, menguasai ilmu, dan mengontrol perilaku.
Tidak jauh dari pandangan Ibn Sina, Fathiyah Hasan mengungkapkan tentang konsep Pendidikan Al-Ghazaly, bahwa al-Ghazaly mencanangkan pendidikan akhlaq (character) dengan pensucian jiwa untuk mendapatkan cinta Allah. Akhlaq mulia merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.
Begitupun dengan Ibn Khaldun dalam Muqaddimah, yang menyatakan bahwa pendidikan itu harus berangkat dari pandangan bahwa Allah menciptakan persepsi yang bermanfaat bagi manusia untuk berpikir dan memperoleh pengetahuan ilmiah. Ilmu agamalah yang mengarahkan manusia kepada akhlaq mulia. Ketaatan kepada Allah merupakan wujud dalam perilaku berakhlaq mulia yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad saw, adalah kunci terbukanya tabir ilmu yang hakiki.
Dari gelombang Postmodernisme yang dianggap menjadi problema masuk kedalam wacana Pendidikan Islam adalah faham kesetaraan gender, plularisme yang salah kaprah tentang agama, yang kemudian disebut berbasis multikulturalisme.
Tantangan Pendidikan Islam begitu kompleks. Islam bukan tidak memiliki konsep dengan langkah kuratifnya, sejatinya tawaran pendidikan dari Barat tersebut dapat dipenuhi oleh pendidikan akhlaq dalam Islam. Jawaban dari setiap tawaran haruslah relevan dengan konsep Islam yang rahmatan li ’al-Alamin. Telaah terhadap pelbagai problema yang telah disebutkan diatas hanyalah sekelumit persoalan dalam dunia Pendidikan Islam.
“Rabbanaa aatina milladunka rahmah wa hayyi’ lanaa min amrinaa rosyada. Allohumma innii as’alukas shihhata wal ‘aafiyata wa husnal khuluq”.
Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami. Ya Allah, aku memohon kepadaMu, kesehatan, kekuatan, dan akhlaq yang terpuji.
Oleh: Mochamad Fadlani Salam
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim