SuaraCianjur.id- Pada tatanan sosial masyarakat, aktivitas kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kultur budaya lokal yang dianut. Artinya aktivitas kepemimpinan tidak bisa lepas dari nilai-nilai budaya dan kehidupan sosial masyarakatnya.
Maka jika berbicara kepemimpinan dan budaya itu menjadi sebuah entitas yang tidak bisa dipisahkan, namun itu adalah sebuah entitas yang harus diintegrasikan.
Diantara salah satu ciri kultur kebudayaan lokal yang dianut bangsa kita adalah masih adanya rasa solidaritas yang tinggi kepada lingkungan dimana dia sedang berada.
Ini sejalan dengan ajaran kita sebagai orang Muslim, dalam hadits, Nabi SAW yang mengajarkan:
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kasih-mengasihinya, sayang-menyayanginya, dan santun-menyantuninya, adalah bagaikan satu tubuh (kaljasadil wahid) yang jika satu anggotanya menderita sakit, maka menderita pula keseluruhan tubuhnya..." (H.R. Muslim).
Teori harmoni Kaljasadil Wahid dalam ajaran Islam ini menggambarkan kelaziman bahwa kita harus saling mengisi, membantu dan melindungi satu sama lain, juga saling mengembangkan potensi yang ada diantara sesama.
Melalui teori harmoni ini, umat Muslim diharapkan bisa terbentuk seperti al-bunyan yasuddu ba’dluha ba’dla, bagaikan sebuah bangunan yang beragam antara unsur bangunan yang satu dengan unsur lainnya dapat saling menguatkan. Meskipun hari ini yang dirasakan tantangannya tidak mudah, tapi bukan berarti bisa berhenti untuk memperjuangkannya.
Keharmonian Kaljasadil Wahid dalam ajaran Islam yang mulia tersebut, nampaknya tidak akan pernah bisa tegak tanpa ditunjang oleh kekuasaan. Berbicara keuasaan adalah berbicara kepemimpinan, dan kekuasaan pun tidak akan bisa maslahat tanpa ditunjang dengan agama yang baik.
Dalam Islam banyak istilah yang digunakan berkaitdan dengan pemimpin dan kepemimpinan. Sekurang-kurangnya ada delapan istilah, diantaranya yaitu; kata Imam (QS.2:124), Khalifah (QS.2:30), Malik (QS.1:4), Wali (QS.7:3), ‘Amir, Ra’in, Sulthan, Ra’is, dan Ulil ‘amri (QS.4:59).
Baca Juga: Kalah dari Dinamo Zagreb di Liga Champions Bikin Tuchel Kesal, Ini 3 Fakta Menarik Kekalahan Chelsea
Diantara istilah-istilah yang ada tersebut tentunya memiliki perbedaan konotasi makna. Misalkan menurut Abu Husayn dalam Maqayis Lughah, kata pemimpin jika menggunakan kata khalifah, yang akar katanya tersusunan dengan huruf kha, lam, dan fa, memiliki tiga makna pokok yakni mengganti, di belakang (datang sesudah yang digantikannya), dan ada sebuah perubahan yang dilakukan.
Selain itu pemimpin dalam arti Imam adalah orang yang diikuti jejaknya, didahulukan urusannya, dan kata Imam di sini juga memiliki arti benang yang harus meluruskan sebuah tatanan sistem yang dikelolanya.
Apabila teori harmoni Kaljasadil Wahid dihubungkan dengan kegiatan kepemimpinan, maka sudah sepatutnya bisa mendorong masyarakat agar bisa bersatu dengan proaktif partisipatif dalam proses pembangunan di semua sektor kehidupan.
Solidaritas kelompok yang dilandasi dengan iman dan akhlak mulia yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits tersebut, merupakan sebuah modal sosial yang begitu mahal, maka idealnya harus dapat memberikan implikasi terhadap tatanan kerja sama kemanusiaan (ta’awun al-ihsan), jangan sampai dinodai apalagi sampai meyebabkan rusaknya sistem.
Karena, Allah SWT telah memuliakan kita sebagai makhluk-Nya dengan memberikan amanah kepercayaan kepada kita untuk memimpin (QS.6:165) dan mengelola setiap sumber daya alam di bumi tempat kita berpijak (QS.2:29). Sebuah amanah kepercayaan itu tidak diberikan kepada makhluk Allah SWT yang lain selain kita sebagai manusia.
Karakteristik manusia yang memiliki motivasi tinggi untuk menjadi pemimpin ini bisa tampak dalam tingkah lakunya, apakah panggilan motivasinya untuk ambil bagian menjadi pemimpin itu merupakan bagian dari ibadah yang benar, atau justru malah terpeleset masuk dalam bagian dari ibadah yang salah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Viral Whip Pink, Ternyata Pelaku Balap Mobil Banyak yang Suka Karena Faktor Ini
-
Gelombang Protes UNM Berlanjut, Mahasiswa Minta Mendikti Evaluasi Kebijakan
-
Moodys Tebar Peringatan Dini buat Prabowo: Kebijakan Ugal-ugalan!
-
Dorong Smart Diplomacy, OIC Youth Indonesia Siapkan Pemimpin Muda Global
-
Berpeluang Membela Timnas Indonesia, Luke Vickery Berikan Kode Positif?
-
Libas Unggulan Kedua, Janice/Eala Maju ke Semifinal Abu Dhabi Open 2026
-
Target Percepatan Elektrifikasi 100 Persen, Gubernur Khofifah Pasang Listrik Gratis untuk 3.400 RTM
-
Baru Gabung Langsung Latihan, Fasilitas Dewa United Bikin Ivar Jenner Terkejut
-
Usut Manipulasi Pajak, Kejagung Tunggu Hasil Audit Penghitungan Kerugian Negara dari BPKP
-
Kemenkes Bangun 66 RS Tipe C di Daerah Terpencil, Apa Saja Fasilitas Canggihnya?