/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 18:55 WIB
La Liga Jornada 22. (Foto Ilustrasi / Twitter/@Laliga)

SuaraCIanjur.id- Apa yang telah terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang menjadi duka bagi Indonesia bahkan dunia.

Sepkabola berduka atas meninggalnya ratusan orang usai pertandingan Arema FC vs Persebaya pada hari Sabtu (1/10) kemarin malam.

Bahkan tragedi ini menjadi sorortan dunia. Liga Spanyol pun dikabarkan akan melakukan heningkan cipta selama semenit untuk memberikan penghormatan atas para korban yang meninggal.

Melansir dari laman resmi Laliga, pihak Liga Spanyol akan melakukan sikap mengheningkan cipta, untuk memberi doa kepada para korban yang tewas di Tragedi Kanjuruhan.

Para pemain yang berlaga di Liga Spanyol akan menunduk sejenak sebelum kick off babak pertama dimulai.

"Laliga dan RFEF telah menyepakati untuk mengheningkan cipta selama satu menit untuk menunjukkan belasungkawa kepada masyarakat Indonesia,” tulis LaLiga seperti dilihat pada hari Minggu (2/10/2022).

“Terutama bagi kerabat mereka yang meninggal dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, di pulau Jawa. Serta mendoakan agar mereka yang terluka cepat sembuh" begitu keterangan LaLiga .

"Mengheningkan cipta akan dilakukan di semua pertandingan yang masih akan dimainkan pada matchday tujuh dan delapan LaLiga," lanjutnya.

Seperti yang diketahui, para suporter merasa kecewa dengan hasil pertandingan Arema FC yang dikalahkan oleh Persebaya dengan skor 2-3.

Baca Juga: Media Internasional Soroti Tragedi Stadion Kanjuruhan, Media AS Bahas Penggunaan Gas Air Mata

Mereka merangsek masuk ke area lapangan usai pertandingan kelar. Pada saat itu juga meletuslah situasi ricuh.

Pihak keamanan yang menghalau aksi suporter mengau kewalahan, dan melepaskan gas air mata. Bahkan ada gas air mata yang dilepaskan kea rah tribun penonton.

Situasi tersebut membuat mereka panik dan berebut untuk keluar hingga berdesak-desakkan. Di situlah diketahui banyak korban jiwa meninggal dunia akibat sesak nafas, terinjak dan beberapa faktor lainnya.

Sejauh ini terctata sudah 174 Korban yang meninggal dunia. Ratusan korban masih terluka dan kini masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit yang tersebar di beberapa titik Kota Malang.

Load More