SuaraCianjur.id- Hebohnya kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami Lesti Kejora yang dilakukan oleh pasangannya, Rizky Billar, menjadi perhatian tersendiri bagi publik untuk menjauhi atau mencegah tindakan tercela tersebut.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada 2021 sekitar 1 dari 3 perempuan (30%) di seluruh dunia telah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual dari pasangan intim atau dari non-pasangan dalam kehidupan mereka.
Dalam unggahan @newidapsikiater disebutkan bahwa KDRT tidak hanya terbatas dalam hubungan suami istri termasuk pacaran dan pertunanangan. Banyak korban yang sulit keluar dari lingkaran KDRT karena berbagai alasan.
Diantaranya menganggap KDRT sebagai aib, relasi kuasi, budaya, dan kontruksi sosial yang masih bersifat patriarki.
Menurut Lenore E Walker terdapat silkus KDRT yaitu fase ketegangan, fase kekerasan serta, fase penyesalan dan bulan madu.
Fase ketegangan terjadi karena adanya ketegangan dalam hubungan. Pelaku mulai mengancam dan penyintas biasanya berusaha menenangkan dan menghindar sehingga pelaku merasa lebih superior.
Fase penyesalan dan bulan madu yaitu saat pelaku mununjukan penyesalan yang mendalam, meminta maaf dan tberjanji tidak mengulangi lagi. Ia juga menawarkan romantisme yang kadang bisa membuat penyintas luluh.
Mengutip @newidapsikiater pada Selasa (4/10/2022) simak dukungan piskososial yang bisa diberikan kepada penyintas KDRT:
1. Pahami apapun alasannya KDRT tidak bisa dibenarkan.
2. Dampingi dan berikan dukungan emosi.
3. Dorong penyintas mendiskusikan dengan pasangan untuk menjalani konseling ke profesional.
4. Bila merupakan siklus berulang dan berisiko mengancam keselamatan diri dan lingkungan, melaporkan ke lembaga terkait bisa menjadi pilihan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
Terkini
-
Gajah Tunggal Rilis Ban Zeneos Starize Baru Ukuran 13 Inci dan 14 Inci
-
Rakyat Bukan Tim Sorak Kekuasaan, Pejabat Digaji Memang untuk Bekerja
-
Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor
-
Manga Space Brothers Resmi Berakhir, Kreator Beri Petunjuk Proyek Baru
-
Apes! Niat Kencan Lewat Aplikasi OMI, Remaja Blitar Malah Masuk Jebakan Komplotan Pemeras
-
Perbedaan Spesifikasi, Fitur dan Harga 5 Varian Kawasaki KLX Terbaru: Kini Ada Versi XPL
-
Berawal dari Desa Kanreapia Gowa, Jamaluddin Menginspirasi Indonesia
-
Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Tahu! Ada Pengalihan dari Gambir ke Jatinegara Imbas Demo di Jakarta
-
Meski Baru Juara di Arsenal, David Raya Tak Jadi Kiper Utama Spanyol di Piala Dunia 2026?
-
Baru Sebulan Pascabencana Mematikan, Izin Tambang Andesit Terbit di Kawasan Hulu Sumbar