/
Jum'at, 07 Oktober 2022 | 15:57 WIB
Sepak Terjang Karier Mahfud MD (Instagram/mohmahfudmd) (Foto Ilustrasi - Suara.com)

SuaraCIanjur.id- Investigasi dari media asing asa Amerika Serikat The Washington Post yang menyoroti Tragedi Kanjuruhan Malang, hingga menewaskan 131 korban jiwa, ditanggapi oleh Menko Polhukam sekaligus Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Kanjuruhan, Mahfud MD.

Mahfud MD mengatakan kalau pemerintah tidak akan melarang media asing, untuk melakukan investigasi terhadap tragedi tersebut.

"Ya biar saja bagus, kita tidak melarang. Kalau dulu kan dilarang-larang. Sekarang semuanya lah. Nanti kita cocokkan mana yang paling rasional, mana yang paling faktual," kata Mahfud di kantor Kemenko Polhukam RI Jakarta Pusat pada Jumat (7/10/2022), seperti dikutip dari Suara.com.

Mahfud MD juga meluruskan soal adanya pemberitaan media nasional, yang menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi hanya menyoroti soal bangunan stadion dalam tragedi maut di Stadion Kanjuruhan.

Hal itu tidaklah benar, karena Presiden Jokowi telah berbicara secara komprehensif soal tragedi itu.

"Kemarin kan diantara anda (wartawan) menulis berita, wah Presiden itu kok hanya memperhatikan bangunan, menyalahkan bangunan, tidak. Presiden justru bicara yang lebih komprehensif," jelas Mahfud MD.

Menurut Mahfud MD, sebelum emmantau Stadion Kanjuruhan Malang, Presiden Jokowi telah membentuk tim dan sudah bicara tentang gas air mata, unprofessional conduct dari Polisi, regulasi, hingga kultur di PSSI.

Dirinya mengatakan, hal itu merupakan satu diantara alasan pembentukan TGIPF Kanjuruhan.

"Nah ketika presiden melihat lapangan lalu melihat oh ini kuncinya, ini terlalu curam, pintunya dikunci. Kan begitu saja, itu sebagai tambahan saja," terang Mahfud MD.

Baca Juga: Kebenaran dan Alasan Rizky Billar Lempar Lesti Pakai Bola Biliar Terjawab, Bahaya Kepala Bisa Pecah

"Tapi substansi pandangan presiden itu sudah dipidatokan hari Minggu dan hari Senin bahwa itu masalah gas air mata, masalah regulasi, masalah kedisiplinan, dan macam-macam. Dan perintah mengambil tindakan itu kan perhatian presiden," lanjutnya.

Seperti yang diketahui, satu diantara banyak media asing melakukan investigasi soal tragedi yang terjadi Stadion Kanjuruhan. Media asing itu berasal The Washington Post asal dari Amerika Serikat.

The Washington Post mempublis dari hasil investigasi yang dilakukannya terkait Tragedi Kanjuruhan Malang pada hari Kamis (6/10) kemarin waktu setempat.

Hasil dari investigasi tersebut dilakukan berdasarkan temuan lebih dari 100 video dan foto, termasuk mewawancarai 11 saksi dan dianalisa juga oleh ahli penanganan kerumunan serta aktivis HAM.

Kesimpulannya, terdapat 40 amunisi yang dilepaskan oleh Polisi Indonesia seperti berupa gas air mata hingga granat asap, yang ditembakkan ke kerumunan penonton dalam rentan waktu 10 menit.

"Penembakan setidaknya dengan 40 amunisi ke arah kerumunan dalam jangka waktu 10 menit. Hal ini melanggar aturan protokol keamanan nasional dan internasional untuk pertandingan sepak bola. Amunisi yang ditembakan termasuk gas air mata, granat asap, dan suar," demikian tertulis dalam artikel The Washington Post.

Media asing itu juga menuliskan panjang lebar soal insiden maut yang terjadi pada hari Sabtu (1/10) lalu, hingga menyebabkan ratusan nyawa melayang.

Load More