- Ahmad Syah Farhan, pemilik Hanania Travel, ditetapkan sebagai tersangka penipuan umrah oleh Polda Metro Jaya pada Mei 2026.
- Travel tersebut melakukan penggelapan dana ribuan jemaah dengan total kerugian mencapai Rp12 miliar hingga Rp60 miliar lebih.
- Praktik penipuan dilakukan dengan membatalkan keberangkatan sepihak dan menggunakan uang jemaah untuk keperluan lain yang tidak semestinya.
Suara.com - Kasus dugaan penipuan perjalanan umrah oleh Hanania Travel menjadi sorotan. Travel yang beroperasi di bawah PT Khazanah Tamma Internasional ini dituduh menggelapkan dana ribuan calon jemaah dengan total kerugian mencapai Rp12 miliar.
Pemilik sekaligus Direktur Utama, Ahmad Syah Farhan (ASF), telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Berikut kronologi kasus penipuan umrah oleh Hanania Travel.
Kronologi Kasus Penipuan Umrah oleh Hanania Travel
Hanania Travel dikenal aktif memasarkan paket umrah dengan harga kompetitif. Banyak calon jemaah, terutama dari Jakarta, Bandung, dan berbagai daerah lain, mendaftar sejak akhir 2025 hingga awal 2026.
Mereka membayar biaya paket secara bertahap atau lunas, mulai dari puluhan juta hingga mendekati Rp100 juta per orang, tergantung fasilitas.
Kejanggalan mulai terasa menjelang keberangkatan kloter Syawal pada akhir Maret hingga April 2026. Pihak Hanania Travel tiba-tiba membatalkan keberangkatan secara sepihak.
Alasan yang diberikan adalah force majeure akibat situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya perang di Iran yang memengaruhi rute transit melalui Dubai.
Meski ada pembatalan, pihak travel terus meyakinkan jemaah bahwa keberangkatan periode berikutnya pada Juni hingga Agustus 2026 tetap aman.
Banyak korban yang sudah melunasi pembayaran tetap percaya dan tidak menarik diri. Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, tidak ada keberangkatan yang terealisasi.
Baca Juga: Biaya Umrah di Hanania Travel Berapa? Disorot Usai Owner Tersandung Kasus Penipuan
Para jemaah kemudian melakukan investigasi mandiri. Mereka menemukan bukti bahwa tiket pesawat dan pemesanan hotel di Tanah Suci ternyata belum pernah dilakukan.
Terdapat dugaan kuat praktik “gali lubang tutup lubang”, di mana dana dari pendaftar baru digunakan untuk memberangkatkan jemaah periode sebelumnya atau keperluan lain yang tidak terkait.
Pada 28 Mei 2026, ratusan hingga ribuan calon jemaah menggeruduk kantor Hanania Travel di Tower 88, Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.
Emosi memuncak karena mediasi dengan pihak travel tidak membuahkan hasil. Tidak ada kepastian pengembalian dana maupun jadwal keberangkatan baru.
Setelah mediasi gagal, para korban melaporkan Ahmad Syah Farhan ke Polda Metro Jaya. Salah satu pelapor mewakili sekitar 128–300 korban dengan kerugian Rp12,14 miliar.
Estimasi keseluruhan kerugian disebut-sebut mencapai Rp60 miliar karena jumlah korban yang lebih banyak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Hari Anak Nasional: Mengapa Orang Tua Perlu Berhenti Menuntut Anak Menjadi Sempurna?
-
Izin Freeport Diperpanjang hingga 2061, Legislator PDIP Tagih Kontribusi Nyata untuk Papua
-
Aksi Bakar Ban di Kejati Jatim, Massa KEMAKI Tuntut Jaksa Berhenti Cari-Cari Kesalahan
-
Komjak Wanti-wanti Jaksa di Kasus Febrie Adriansyah, Jangan Lembek Meski Lawan Kolega
-
Tegas! UAD Berhentikan Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di Lokasi KKN
-
Minyak Sawit Jadi Primadona Ekspor Riau, Tiongkok Peminat Terbesar
-
Cara Terbaik Mencegah Anak Kelaparan adalah Menyejahterakan Orang Tuanya
-
Tuchel Soroti Aroma Takhayul di Balik Jersi Biru Hitam Argentina vs Inggris
-
Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
-
Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Grand Wisata Bekasi