/
Minggu, 09 Oktober 2022 | 18:00 WIB
Tampilkan Chat Pacar Saat Presentasi (Instagram/@kawankampus.idn)

Pembayarannya bisa dilakukan di awal atau di akhir setelah rental selesai. Bisa pakai aplikasi dana, shopeepay atau gopay.

Klien Rerata Anak Kuliahan

Untuk pengguna jasa rental pria, Rey menyebut membatasi usia dari usia 20 hingga 32 tahun. Meskipun rerata usianya antara 20 sampai 25 tahun atau mahasiswa.

Kebanyakan di antara mereka menggunakan jasa rental pria untuk menemani ngobrol seputar hubungan asmara, keluarga hingga perkuliahan.

"Kebanyakan sih cenderung pengen butuh temen ngobrol aja, mereka kesepian," imbuhnya.

Lebih lanjut, Rey mengungkapkan jasa rentalnya tak menerima klien yang sudah berkeluarga.

"Untuk ngejaga aja supaya kondusif, kami tak menerima klien yang sudah berkeluarga," katanya.

Ia menyebut ada treatment yang berbeda untuk masing-masing klien, terutama mereka yang masih anak kuliahan dengan yang usianya sudah beranjak dewasa.

Untuk klien yang di atas 30 tahun, sebelum hari H akan dilakukan observasi terlebih dulu. Tujuannya untuk menyesuaikan diri satu dengan lainnya.

Baca Juga: Netizen Sebut Sindiran Bintang Emon Untuk Cagub Jabar

"Sebelum ketemu di hari H, kami biasanya melakukan 2 sampai 3 kali telepon untuk menyesuaikan kita sama sifat mereka seperti cara ngobrol mereka, cara interaksinya jadi biar pas ketemu kita ngga kaku-kaku amat," jelasnya.

Jadi Pacar Bohongan, Kena Tipu hingga Diajak begituan

Selama memberikan layanan rental pria, Rey mengaku ada beragam hal unik yang pernah dialaminya. Di antaranya pernah menjalani misi sebagai pacar bohongan.

Rey bercerita pernah mendapat klien yang tengah dijodohkan oleh orang tuanya, tetapi ia tak setuju dengan keputusan itu. Demi menghindari perjodohan itu, ia kemudian meminta Rey untuk menjadi pacar bohongannya.

"Misi itu berhasil, orang tuanya percaya," terangnya.

Selain jadi pacar bohongan, Rey juga pernah menghadapi salah satu kliennya yang baper. Ia bahkan pernah nyaris diajak untuk melayani lebih dari teman ngobrol.

"Pernah juga waktu itu ada salah satu klien yang mungkin lupa kebawa perasaan sampai ada yang ngajak begituan ada tindakan yang mancing-mancing juga. Kalo mereka udah booking dan setor uang buat DP ya akhirnya kita balikin disertai permintaan maaf kita gak bisa ngelakuin hal-hal seperti itu," ungkapnya.

Pengalaman lainnya, Rey mengaku pernah mendapat klien yang nakal. Ia bercerita pernah dapat klien di Jawa Timur, saat itu sudah menemani klien tetapi endingnya kena tipu tidak dibayar bahkan nomor telponnya diblokir.

"Di salah satu kota di Jawa Timur kita udah ngelakuin nonton, makan keliling kota, main timezone juga, tapi setelah pulang kita diantar ke terminal dia bilangnya transfer tapi setelah 1-2 jam belum masuk dan nomor kita diblokir," ungkapnya.

Pacar Keberatan

Menjalani profesi sebagai rental pria bagi Rey jadi tantangan sendiri, selain harus menghadapi klien dengan berbagai karakter, profesinya itu sempat ditentang sang pacar.

Ia mengungkapkan saat awal-awal pacarnya keberatan dengan profesi yang dilakoninya. Tetapi setelah diberi pengertian, pacarnya mau memahami.

"Dia tau kok profesiku, awalnya ya keberatan, tetapi terus aku jelasin bahwa usaha ini itu murni jasa dan lebih jauh ngejalanin usaha ini biar bisa mencukupi kebutuhan ekonomi kelak," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ke depannya ingin membangun bisnis rental pria ini jadi lebih luas. Ia juga berharap kelak tak lagi terjun sendirian, tetapi bisa merekrut orang untuk menjadi penyedia jasa selanjutnya.

"Untuk jangka panjang ya pengennya makin besar ada yang jasa perempuan juga dan keluarga seperti halnya family romance di Jepang. Dan saya juga ga harus turun lagi tapi ada partner yang bisa gantiin di kemudian hari," tambahnya.


Sumber : Suarajogya.id

Load More