SuaraCianjur.id- Soal kabar adanya dugaan penggunaan gas air mata yang kadaluarsa, dijawab oleh Polri.
Polri mengaku adanya anggota yang melepaskan gas air mata di Stadion Kanjuruhan Malang yang kadaluwarsa.
Dari catatan yang ditilik oleh Polri terdapat beberapa gas air mata yang ditemukan tercatat sudah melampaui batas waktu sejak tahun 2021.
"Ya ada beberapa yang ditemukan ya, yang tahun 2021, ada beberapa," terang Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo kepada wartawan, Senin (10/10/2022) dikutip dari Suara.com.
Menurut Irjen Pol Dedi, adanya gas air mata yang dilontarkan ke penonton dalam kondisi sudah kadaluwarsa, kini sedang didalami oleh pihaknya.
"Saya belum tahu jumlahnya, tapi masih didalami oleh labfor," terang Dedi.
Sementara itu Komnas HAM menyebutkan ada temuan mengejutkan dalam Tragedi Kanjuruhan Malang.
Komnas HAM menemukan adanya unsur gas air mata yang disebut-sebut sudah kadaluarsa.
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan dugaan temuan tersebut masih terus didalami lebih jauh.
Baca Juga: Awal Pekan, IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.994
"Soal kadaluwarsa itu informasinya memang kita dapatkan tapi memang perlu pendalaman," terang Anam.
Anam menjelasakan, ada hal yang penting dalam temuan insiden maut di Stadion Kanjuruhan Malang. Soal dinamika yang terjadi dalam situasi tersebut, disebutkan kalau gas air mata menjadi indikasi atau pemicu dalam peristiwa maut yang terjadi pada hari Sabtu (1/10) kemarin.
Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh Komnas HAM, penggunaan gas air mata menjadi indikasi utama, yang menyebabkan penonton panik hingga berebut pintu keluar. Hal itu menjadi pemicu ratusan orang meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan Malang.
"Pemicu utama adalah memang gas air mata yang menimbulkan kepanikan. Sehingga banyak suporter atau Aremania yang turun berebut untuk masuk (ke) pintu keluar. Berdesak-desakan dengan mata yang sakit, dada yang sesak, susah nafas dan sebagainya," terang Anam.
Sumber: Suara.com
Tag
Berita Terkait
-
Tragedi Kanjuruhan Renggut Dua Anaknya dan Mantan Istri, Athok Hanya Bisa Pasrah: Semoga Allah Menempatkannya di Surga
-
Mengejutkan! Temuan Komnas HAM di Tragedi Kanjuruhan Kondisi Jasad Korban dan Kabar Ada Gas Air Mata Kadaluarsa
-
Siapa Pihak yang Diperiksa Polri Soal Dugaan Gratifikasi Pemakaian Jet Pribadi oleh Brigjen Hendra Kurniawan?
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Motorola Luncurkan Moto Pad 60 Series untuk Back to School, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
5 Sepatu Jalan Lokal Paling Empuk Harga Rp200 Ribuan, Ada yang Mirip Skechers
-
Misteri Kematian ASN Bangkalan di Bandara Juanda: Sosok Pria Bermasker Jadi Sorotan
-
Tak Lagi Asal Jalan: Standar Keamanan Jip Bromo Akan Segera Diperketat
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
ART di Pringsewu Kuras Emas dan ATM Majikan Rp46 Juta
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
3 Kipas Angin Tidak Berisik Mulai Rp100 Ribuan, Tidur Nyenyak Tanpa Bising
-
Hadirkan Jirayut, Film Cek Khodam Padukan Unsur Mistis Lokal dan Komedi Khas Thailand
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong